
BUALBUAL.com - Kasus dugaan keracunan makanan yang dialami belasan siswa SD Negeri 044 Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, masih dalam pemeriksaan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kampar tengah menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sampel makanan telah diserahkan ke laboratorium kesehatan lingkungan pada Selasa (6/10/2026), bertepatan dengan hari kejadian.
Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Zulhendra Das'at, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Elfian, mengatakan seluruh menu yang disajikan kepada siswa telah diambil sebagai sampel pemeriksaan.
"Semua yang dihidangkan di dalam ompreng yang dimakan oleh siswa," kata Elfian, dikutip dari Tribun Pekanbaru.
Adapun sampel makanan yang diperiksa meliputi nasi, telur goreng, sambal cabai, tempe goreng, tumis sawi putih, dan semangka.
Hingga saat ini, hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar. Karena itu, belum dapat dipastikan jenis makanan yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Sebanyak 13 Siswa Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit
Dalam kejadian tersebut, sebanyak 13 siswa dilaporkan dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru. Mereka terdiri dari 12 siswa perempuan dan satu siswa laki-laki.
Para siswa mengalami sejumlah gejala, di antaranya mual, muntah, dan gatal pada kulit setelah menyantap menu MBG pada Selasa pagi.
Sebelum dibawa ke rumah sakit, para siswa sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Pembantu Karya Indah. Namun, karena gejala yang dirasakan tidak mereda, mereka kemudian dirujuk ke rumah sakit.
Penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan sampel diharapkan dapat membantu memastikan apakah makanan MBG yang dikonsumsi para siswa berkaitan dengan gangguan kesehatan tersebut.