3.098 Ton Beras hingga 5.164 Ton Buah, Ini Kebutuhan MBG Riau per Bulan

Selasa, 29 September 2026

BUALBUAL.com - Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat rantai pasok pangan lokal untuk menopang operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tingginya kebutuhan bahan pangan bagi jutaan penerima manfaat dinilai sekaligus menjadi peluang untuk mendorong perekonomian petani dan pelaku usaha lokal.

Upaya penguatan pasokan pangan tersebut dibahas dalam verifikasi yang dilakukan Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Senin (28/9/2026).

Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi, mengatakan pemenuhan kebutuhan nutrisi harian dalam skala besar membutuhkan ketersediaan komoditas pangan yang stabil setiap bulan.

"Untuk 672 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang beroperasi, kebutuhan setiap bulan mencapai sekitar 3.098 ton beras, 1.915 ton daging ayam, lebih dari 6,1 juta butir telur, 620 ton ikan, 5.164 ton buah, dan 1.549 ton sayur," ujar Helmi.

Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi salah satu kunci agar pelaksanaan program MBG memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Riau.

"MBG kami pandang sebagai peluang untuk memperkuat rantai pasok lokal dengan melibatkan petani, peternak, pembudidaya ikan, UMKM, dan pelaku usaha daerah. Dengan demikian, program gizi berjalan dan pada saat yang sama ekonomi lokal ikut bergerak," kata Helmi.

Selain memastikan ketersediaan bahan pangan, Pemprov Riau juga menyoroti aspek mutu dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

Sebanyak 673 unit layanan tercatat telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari total 710 unit yang mengajukan.

"Bagi kami, yang terpenting bukan sertifikatnya semata, tetapi memastikan standar higiene, sanitasi, dan keamanan pangan tersebut benar-benar diterapkan di lapangan," tegas Helmi.

Hingga saat ini, penerima manfaat MBG di Riau telah mencapai 1.549.481 orang dari total potensi 2,01 juta penerima. Pelaksanaan program tersebut didukung sekitar 32 ribu relawan serta pelatihan bagi 28.045 penjamah pangan.