40 Kg Sabu Digagalkan, Empat Terdakwa Divonis Seumur Hidup, Bandar 'Uncle' Masih Buron

Senin, 06 Juli 2026

BUALBUAL.com - Pengadilan Negeri Bengkalis menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada empat terdakwa kasus penyelundupan 40 kilogram sabu, yakni Jufrizal alias Jupri, Nanda, Yandi, dan Tia Septiani alias Tia.

Putusan tersebut dibacakan majelis hakim yang diketuai Herwindiyo Dewanto, didampingi hakim anggota Ardian Nur Rahman dan Geri Caniggia, dalam sidang yang digelar secara virtual pada Kamis (2/7/2026). Para terdakwa mengikuti persidangan dari Lapas Selatpanjang, sementara jaksa dan penasihat hukum berada di Selatpanjang.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti yang sebelumnya meminta agar keempat terdakwa dijatuhi hukuman mati.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat dalam tindak pidana peredaran narkotika. Hakim juga menilai tidak terdapat alasan yang dapat meringankan perbuatan para terdakwa.

Persidangan mengungkap bahwa jaringan penyelundupan tersebut diduga dikendalikan seorang bandar berinisial Uncle, yang hingga kini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO) dan diduga berada di Malaysia. Tia berperan sebagai penghubung yang mengatur pergerakan kurir laut maupun kurir darat untuk membawa sabu dari perairan perbatasan Malaysia–Indonesia menuju wilayah Riau.

Kasus ini bermula ketika Tia menerima perintah dari Uncle untuk menyiapkan pengiriman 40 kilogram sabu pada akhir September 2025. Tia kemudian menunjuk Doni sebagai kurir laut dan meminta Nanda merekrut kurir darat untuk mengantarkan narkotika tersebut ke Maredan, Kabupaten Siak.

Setelah sabu berhasil dibawa ke titik pendaratan di Desa Tanjung Pisang, Kecamatan Tasik Putri Puyuh, para kurir darat bergerak menuju lokasi tujuan. Namun, perjalanan mereka terhenti setelah tim kepolisian menghadang rombongan di kawasan Kurau. Sejumlah pelaku sempat melarikan diri, tetapi akhirnya berhasil ditangkap dalam pengembangan penyidikan.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita 30 bungkus sabu dengan berat total sekitar 40 kilogram, sejumlah cartridge rokok elektrik, serta barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan narkotika tersebut.

Pengembangan penyidikan kemudian mengarah ke Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Berdasarkan keterangan para tersangka, polisi berhasil menangkap Tia di kediamannya dan mengungkap perannya sebagai pengatur jalur distribusi dalam sindikat penyelundupan narkotika lintas negara.