45 Anak, 45 Cahaya! Camat Tembilahan Ari Syuria Gugah Generasi Qurani di STQ 2026

Jumat, 04 September 2026

BUALBUAL.com - Semangat membumikan Al-Qur’an kembali menggema di Kecamatan Tembilahan. Sebanyak 45 peserta mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Kecamatan Tembilahan Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Camat Tembilahan, Jumat (4/9/2026).

STQ tahun ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan untuk mencari peserta terbaik, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an serta membangun generasi yang berkarakter Qur’ani.

Camat Tembilahan Ari Syuria, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa STQ memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar kompetisi.

“Hari ini kita bukan sekadar membuka sebuah perlombaan. Hari ini kita sedang membuka sebuah jalan untuk mendekatkan generasi kita dengan Al-Qur’an,” ujar Ari Syuria.

Ia berpesan kepada seluruh peserta agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan, melainkan menjadikan keikutsertaan dalam STQ sebagai bentuk ibadah dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Jangan datang ke STQ hanya dengan keinginan untuk menjadi juara. Datanglah dengan niat mencari ridha Allah SWT. Kalau menang jangan sombong, kalau belum berhasil jangan berkecil hati,” pesannya.

Sebanyak 45 peserta yang mengikuti STQ Kecamatan Tembilahan Tahun 2026 terdiri dari 25 peserta putra dan 20 peserta putri. Mereka berlaga dalam berbagai cabang, mulai dari Tartil, Tilawah Anak-Anak, Tilawah Dewasa hingga berbagai golongan Tahfiz Al-Qur’an.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 peserta mengikuti cabang Tahfiz, mulai dari hafalan 1 Juz, 5 Juz, 10 Juz hingga 30 Juz.

Menurut Ari Syuria, jumlah peserta tersebut bukan sekadar angka, melainkan harapan besar bagi masa depan umat dan Kecamatan Tembilahan.

“45 peserta adalah 45 harapan. 45 anak adalah 45 cahaya. Mereka adalah generasi yang kita titipkan untuk masa depan umat dan masa depan Tembilahan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Camat Tembilahan juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, guru, pendamping, penyuluh agama, LPTQ, dewan hakim, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan STQ.

“Bisa jadi yang berdiri di atas panggung hanya seorang anak. Namun di belakangnya ada doa seorang ibu, keringat seorang ayah, bimbingan guru, dan kesabaran para pembimbing,” tuturnya.

Ari Syuria menegaskan, pembinaan generasi Qur’ani tidak boleh berhenti setelah pelaksanaan STQ. Semangat membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an harus terus tumbuh dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar tampil dengan penuh percaya diri, menjaga adab, serta menjadikan setiap ayat yang dilantunkan sebagai bagian dari ibadah.

“Baca dengan hati, lantunkan dengan cinta, berjuang dengan ikhlas, dan jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam kehidupan,” pesannya.

Ia berharap peserta terbaik dari STQ Kecamatan Tembilahan nantinya mampu melanjutkan perjuangan ke tingkat Kabupaten Indragiri Hilir serta membawa nama baik Kecamatan Tembilahan di jenjang yang lebih tinggi.

Sebab, STQ bukan hanya tentang siapa yang berhasil membawa pulang piala, tetapi tentang bagaimana menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Dari Tembilahan, kita nyalakan cahaya Al-Qur’an. Dari generasi Qur’ani, kita bangun masa depan.