
BUALBUAL.com - Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dirasakan masyarakat Pekanbaru, meski kondisi asap mulai berkurang. Dalam sebulan terakhir, sebanyak 5.587 warga tercatat mengalami gangguan kesehatan.
Dari jumlah tersebut, 4.987 orang di antaranya menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sementara itu, keluhan kesehatan lainnya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, dan mata merah.
Data tersebut dihimpun dari 21 Puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, jumlah pasien ISPA yang mendapatkan pelayanan kesehatan mengalami peningkatan dibandingkan kondisi normal.
“Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,” kata Markarius, Minggu (20/9/2026).
Pemerintah Kota Pekanbaru meminta seluruh Puskesmas untuk siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Kita sudah minta Dinas Kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,” ujarnya.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan, diimbau segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk serta menggunakan perlindungan yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar rumah.