Abrasi Ancam 1.248 Hektare Kebun Kelapa Warga Kuala Selat, Pemprov Riau Turun Tangan

Kamis, 10 September 2026

BUALBUAL.com - Abrasi parah yang berdampak terhadap sekitar 1.248 hektare kebun kelapa masyarakat di Desa Kuala Selat, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menjadi salah satu fokus utama penanganan kawasan pesisir oleh Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.

Penanganan darurat hingga solusi jangka panjang kini diselaraskan bersama pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Bupati Indragiri Hilir, Herman, mengatakan abrasi telah berdampak serius terhadap mata pencaharian utama masyarakat pesisir di wilayah tersebut.

Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun infrastruktur penahan gelombang sebelum dilanjutkan dengan upaya pemulihan lahan.

"Di Kuala Selat terdapat sekitar 1.248 hektare wilayah yang terdampak abrasi dan kondisi tersebut membuat kebun kelapa masyarakat tidak lagi produktif. Karena itu, kita mengusulkan pembangunan pemecah gelombang terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan tanggul dan penanaman mangrove agar daratan dapat kembali terbentuk dan kebun kelapa masyarakat bisa dipulihkan," ujar Herman saat Rapat Koordinasi Dukungan Penataan Desa Kuala Selat secara virtual di Kantor Gubernur Riau, Selasa (8/9/2026).

Herman menambahkan, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan mengingat skala kerusakan akibat abrasi yang terus meluas.

"Kami berharap pembangunan pemecah gelombang dan tanggul dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWS yang ada di Provinsi Riau. Setelah kondisi pesisir lebih terlindungi, penanaman mangrove dan pemulihan kebun kelapa masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal," kata Herman.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menjelaskan bahwa penanganan abrasi di Kuala Selat akan diarahkan menjadi percontohan penataan kawasan pesisir di Riau.

Pemerintah Provinsi Riau, kata dia, berkomitmen mengawal berbagai usulan dari daerah agar dapat direalisasikan oleh kementerian terkait.

"Seluruh usulan yang pernah disampaikan secara berjenjang, baik sesuai kewenangan bupati, provinsi maupun yang perlu ditingkatkan sampai ke pemerintah pusat, akan terus kita dorong. Karena itu, kami berterima kasih atas inisiatif untuk mengonsolidasikan usulan tersebut dengan beberapa kementerian," kata Syahrial Abdi.

Menurut Syahrial, apabila penanganan abrasi dan penataan lingkungan di Kuala Selat berhasil, pola serupa dapat diterapkan di desa-desa pesisir lainnya yang menghadapi persoalan serupa.

"Kunjungan dan perhatian terhadap Kuala Selat ini sangat penting karena desa tersebut merupakan salah satu wilayah yang benar-benar membutuhkan perhatian. Jika kita bisa mengelolanya dengan baik dan membuktikan penanganannya secara efektif, Kuala Selat dapat menjadi model untuk penyelesaian persoalan beberapa desa lainnya di Kabupaten Indragiri Hilir," ujar Syahrial Abdi.

(Bil)

Editor: Nab