Akhyar Bongkar Rahasia Kemenangan PSPS! Target Puncak Klasemen Kini Makin Nyata

Minggu, 11 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, menegaskan kemenangan 2-1 atas PSMS Medan menjadi hasil yang sangat penting dalam upaya timnya bersaing di papan atas Pegadaian Championship 2026/2027.

Bermain di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Minggu (11/10/2026), PSPS berhasil mengamankan tiga poin di hadapan ribuan pendukungnya. Askar Bertuah membuka keunggulan melalui Dimas Wicaksono pada menit ke-48. PSMS sempat menyamakan kedudukan lewat Javier Siverio Toro pada menit ke-58, sebelum Hamzah Deva memastikan kemenangan PSPS dengan gol pada menit ke-81.

Dalam konferensi pers usai laga, Akhyar mengungkapkan sejak sebelum pertandingan dirinya telah menekankan kepada para pemain bahwa duel melawan PSMS sangat menentukan posisi PSPS di klasemen.

"Alhamdulillah atas kemenangan hari ini. Sejak awal sebelum pertandingan, kami sudah menyampaikan kepada pemain bahwa laga ini sangat penting. Kalau ingin bersaing di papan atas, tentu kami harus meraih kemenangan," ujar Akhyar.

Ia mengapresiasi perjuangan para pemain yang tampil penuh semangat sepanjang pertandingan. Menurutnya, dukungan luar biasa dari suporter yang memadati stadion turut menjadi suntikan motivasi bagi tim.

Akhyar berharap kemenangan ini menjadi modal untuk menjaga konsistensi pada laga-laga berikutnya. Meski PSMS harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-31, ia tetap menilai tim tamu memberikan perlawanan yang tidak mudah.

Sementara itu, pemain PSPS Aulia Ramadhan mengaku atmosfer Stadion Kaharuddin Nasution menjadi energi tambahan bagi seluruh pemain.

"Yang pasti, motivasi kami semakin besar karena tidak mau kalah dengan antusiasme suporter yang luar biasa ramai. Sejak awal kami memang menargetkan kemenangan agar bisa naik ke peringkat pertama," kata Aulia.

Ia juga mengakui PSMS merupakan lawan yang tangguh. Meski kehilangan satu pemain, tim asal Medan itu tetap mampu menjaga organisasi permainan dan bahkan sempat menyamakan kedudukan.

Pada kesempatan yang sama, Akhyar juga menyoroti kondisi kabut asap yang diduga memengaruhi kebugaran para pemain. Ia mengungkapkan beberapa pemain mengeluhkan pernapasan terasa lebih berat, terutama saat jeda babak pertama.

"Saya pikir sedikit banyak memang berpengaruh. Beberapa pemain mengaku napas mereka terasa lebih berat," ujarnya.

Menurut Akhyar, kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan paparan asap yang telah dialami para pemain PSPS selama beraktivitas di Pekanbaru. Meski demikian, ia tidak menjadikan kabut asap sebagai satu-satunya penyebab penurunan performa tim di babak pertama.

Ia berharap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera teratasi sehingga kualitas udara kembali membaik dan aktivitas masyarakat, termasuk olahraga, dapat berlangsung dengan aman.

"Mudah-mudahan bencana ini segera pulih," tutupnya.