
BUALBUAL.com - Anggota DPRD Riau, Andi Darma Taufik, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama dengan pemerintah daerah di Pulau Sumatera bersatu dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Menurutnya, meski Riau saat ini tidak ada lagi kasus Karhutla, akan tetapi asap Karhutla dari provinsi tetangga tetap saja berdampak bagi Riau. Bahkan dampak kabut asapnya lebih luas dibanding Karhutla yang terjadi di Riau.
Oleh karena itu, Anggota Komisi I DPRD Riau itu mendorong agar Pemprov se-Sumatera bersatu dalam menangani Karhutla di provinsi yang masih menyala.
Ia menilai, untuk menuntaskan kabut asap ini yang perlu diselesaikan adalah hulunya. Artinya api yang membakar harus dipadamkan terlebih dahulu.
"Kalau memang Riau sudah tidak ada titik api, mungkin kita bisa kirim bantuan untuk provinsi yang masih terbakar," ujar Andi, Kamis (8/10/2026).
Dikatakannya, jika hal ini tidak diatasi bersama-sama dan segera, maka kondisi ini akan terus berlangsung lebih lama. Karena dampak Karhutla dari provinsi tetangga tidak hanya mempengaruhi wilayah setempat namun sudah menyebar ke provinsi lain seperti Riau saat ini.
"Makanya kita minta Pemprov se-Sumatera ini bersatu untuk menyelesaikan Karhutla ini. Semisal Aceh tidak ada Karhutla, silahkan kirim bantuan personel atau peralatannya, kemudian Sumut juga begitu, Sumbar juga membantu, dan termasuk Riau ikut membantu provinsi tetangga Sumatera Selatan dan Jambi yang masih terbakar," harapnya.
"Karena dampaknya ke kita juga, walaupun kebakaran di provinsi lain tapi dampaknya ke kita juga. Makanya kita usulkan agar Pemprov se-Sumatera ini bersatu membantu menyelesaikan Karhutla di daerah sumber asap," ulasnya.
Ketua DPC PDI-P Indragiri Hilir itu menyebut, dampak Karhutla ini sudah terlalu luas. Terutama dunia pendidikan di sejumlah daerah di Riau sudah memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau online.
Bahkan sejumlah aktivitas masyarakat seperti di Ruang Terbuka Hijau (RTH) sudah dibatasi karena kabut asap.
"Makanya kita mengusulkan agar Sumatera bersatu untuk menangani Karhutla dan kabut asap ini supaya teratasi," pungkasnya.