
BUALBUAL.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajukan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar dan Pertalite kepada pemerintah pusat.
Pengajuan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengatasi antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Riau, terutama seiring meningkatnya konsumsi BBM menjelang periode Natal dan Tahun Baru.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Ismon, mengatakan Pemprov Riau mengusulkan tambahan kuota Bio Solar sebesar 99.700 kiloliter (KL) dan Pertalite sebesar 99.556 KL.
Saat ini, Pemprov Riau masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait penetapan tambahan kuota tersebut.
"Pemprov Riau telah mengajukan kuota BBM jenis Bio Solar dan Pertalite. Tapi hingga saat ini masih tinggal menunggu persetujuan dari pusat, dalam hal ini BPH Migas," kata Ismon saat memberikan keterangan di Pekanbaru, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Ismon, peningkatan konsumsi BBM umumnya terjadi pada periode akhir tahun seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, transportasi, dan distribusi logistik.
Karena itu, tambahan pasokan dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan BBM sekaligus mengurangi antrean panjang kendaraan di sekitar SPBU.
"Namun realisasi pengajuan penambahan kuota BBM jenis Bio Solar dan Pertalite tersebut tergantung pihak BPH Migas. Karena realisasi penambahan kuota tersebut juga tergantung kemampuan APBN," ujarnya.
Selain mengajukan tambahan kuota, Dinas ESDM Riau juga terus berkoordinasi dengan pihak penyalur resmi untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan dengan baik di lapangan.
Koordinasi dilakukan bersama Pertamina Patra Niaga, terutama terkait pengaturan dan penyaluran BBM ke sejumlah SPBU di Riau.
"Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina Patra Niaga," tegas Ismon.
Ismon menambahkan, stok Pertalite saat ini masih mencukupi kebutuhan harian masyarakat hingga akhir tahun. Meski demikian, Pemprov Riau tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan konsumsi yang signifikan selama periode libur panjang.
Tambahan kuota Pertalite tersebut diharapkan dapat menjadi cadangan untuk menjaga ketersediaan BBM sekaligus mengurangi potensi antrean panjang di SPBU.
(MC Riau/ms)