
BUALBUAL.com - Ketidakjelasan pembayaran bonus bagi peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON) membuat sejumlah atlet berprestasi memutuskan hengkang dari Riau. Mereka menyatakan tidak lagi bersedia membela Provinsi Riau pada berbagai ajang olahraga, baik tingkat daerah maupun nasional.
Para atlet mengaku kecewa karena hingga kini bonus yang dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau belum juga dibayarkan. Berbagai janji dan penjelasan yang diberikan dinilai tidak memberikan kepastian atas hak mereka.
Sejumlah atlet yang telah memilih pindah berasal dari cabang olahraga senam, renang, dan panjat tebing.
Salah seorang atlet senam senior Riau, Agung Suci Tantyo Akbar, mengaku sudah memutuskan bergabung dengan Jawa Timur. Menurutnya, keputusan tersebut diambil demi masa depan keluarga.
"Sudah capek kami dengar janji Pemprov Riau. Kami sudah terlalu lama bersabar. Sekarang saya sudah pindah ke Jawa Timur. Saya juga harus memikirkan masa depan karena memiliki tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Kami tidak akan membela Riau lagi," ujarnya, Jumat (31/7).
Senada dengan itu, peraih medali emas SEA Games Bangkok 2025, Puja Lestari, mengungkapkan dirinya telah menerima sejumlah tawaran dari daerah lain, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Bekasi, dan DKI Jakarta.
Menurut Puja, minimnya pembinaan atlet setelah PON menjadi salah satu alasan utama dirinya mempertimbangkan untuk meninggalkan Riau.
"Saya mendapat tawaran dari tuan rumah PON NTB, Bekasi, dan DKI Jakarta. Rencananya memang akan pindah karena kondisi olahraga di Riau saat ini berdampak pada pembinaan atlet. Kami butuh latihan dan kesempatan berkompetisi, tetapi setelah PON tidak ada lagi pembinaan yang jelas," katanya.
Tidak hanya itu, atlet renang peraih medali emas PON, Azzahra Permatahani, juga telah resmi berpindah ke Banten. Sementara atlet peraih medali emas PON dan SEA Games, Abiyu Raffi, dikabarkan akan segera melakukan mutasi ke Jawa Barat.
Sebagai bentuk protes atas belum dibayarkannya bonus PON, para atlet dan insan olahraga Riau juga berencana menggelar aksi unjuk rasa pada Agustus 2026 untuk menuntut kepastian dari Pemerintah Provinsi Riau.