Budaya Melayu Riau Siap Mendunia! Tari Zapin Diusulkan ke UNESCO, Festival Digelar April 2027

Rabu, 28 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Unsur masyarakat Riau yang terdiri dari Majelis Kerapatan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Yayasan Melayu  Nusantara (YMN) dan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau bersama Ikatan Alumni Universitas Riau Jabodetabek, melakukan rangkaian pertemuan di Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Selasa (27/10).

Pertemuan tersebut membahas penguatan promosi dan pelestarian budaya Melayu Riau, diantaranya proses pengusulan Tari Zapin menjadi warisan budaya takbenda dunia ke UNESCO, serta rencana Festival Makanan dan Budaya Melayu Riau di Jakarta pada April 2027.

Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI yang menerima delegasi dari unsur masyarakat Riau menyambut sangat positif kedatangan rombongan yang memang sejalan dengan usaha Pemerintah Indonesia dalam melestarikan warisan budaya yang begitu kaya di berbagai propinsi termasuk budaya Melayu Riau. Dirjen Endah T.D Retnoastuti mengatakan siap dalam mendukung upaya fasilitasi dan promosi untuk kegiatan festival budaya dan gastronomy.

Dalam kesempatan pertemuan, tokoh pimpinan LAM Riau Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf, mengatakan bahwa budaya melayu bukan saja dikaitkan dengan suku atau etnis melayu namun juga sifat merendah yang tetap dapat menjaga marwah budaya melayu. Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan menyampaikan bahwa budaya Melayu Riau menjunjung tinggi nilai-nilai Islami, adat istiadat, kesantunan, dan kearifan lokal yang membentuk karakter serta tanggung jawab terhadap sesama, alam, dan Sang Maha Pencipta.

Nilai-nilai luhur tersebut perlu dilestarikan, diwariskan kepada generasi penerus, serta diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia dan dunia internasional.

Sementara itu, Ketua Umum BKOW Propinsi Riau Hj. Adrias Hariyanto juga menjelaskan kekayaan budaya melayu tidak saja dari tarian Zapin yang memiliki khas di masing-masing Kabupaten di  Propinsi Riau, juga kekayaan kuliner, songket, batik, dan lain-lain.

Ketua Pembina Yayasan Melayu Nusantara, Erizal Muluk  juga mengungkapkan kepedulian untuk tetap menjaga dan mempromosikan budaya melayu  walaupun tinggal di perantauan.

Untuk rencana Festival Makanan dan Budaya Melayu Riau yang akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan April 2027, Ketua IKA UNRI Jabodetabek, Agustaviano Sofjan menyatakan sangat senang dengan dukungan dari Kementerian dan Lembaga terkait serta unsur masyarakat Riau yang bersedia berkolaborasi dalam memajukan budaya melayu Riau dalam bentuk festival.

Rangkaian pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membangun sinergi antara lembaga adat, organisasi perempuan, pemerintah, komunitas budaya, dan jejaring alumni UNRI dalam memperluas pengenalan kebudayaan Melayu Riau. Pembahasan mencakup promosi budaya di tingkat nasional dan internasional, dokumentasi warisan budaya, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan tradisi.

Pada hari yang sama delegasi unsur masyarakat Riau juga disambut secara positif oleh Pimpinan Kementerian Luar Negeri RI, Direktur Ricky Eka Virgana Ichsan dan Direktur Ary Aprianto yang menjelaskan tari Zapin saat ini dalam proses pengajuan oleh empat negara yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura, dan diharapkan pada Maret 2027 pengajuan nominasi tari Zapin sebagai warisan budaya takbenda atau _intangible cultutal heritage_ dunia pada UNESCO.

Rencana Festival Makanan dan Budaya Melayu Riau diharapkan menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan kuliner, seni pertunjukan, busana, dan tradisi Melayu Riau kepada masyarakat yang lebih luas. Selain sebagai sarana promosi budaya, festival tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi dengan komunitas budaya, pelaku usaha kuliner, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kedua pertemuan baik di Kementerian Kebudayaan RI maupun di Kementerian Luar Negeri RI, pada dasarnya menegaskan bahwa promosi atau pengenalan adat budaya bukan saja dimaksudkan untuk mendapat pengakuan dari pihak internasional UNESCO tetapi lebih penting dapat melestarikan kepada generasi penerus dan memahami makna marwah budaya.

Sehingga melalui sinergi kolaborasi unsur masyarakat Riau diharapkan budaya Melayu Riau semakin dikenal dan diapresiasi, baik di tingkat nasional, regional maupun internasional, tanpa kehilangan akar tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.

*Jakarta, 27 Oktober 2026*