Bukan Sekadar Magang! 101 Siswa SMK Kehutanan Pekanbaru Diterjunkan ke Perusahaan Kertas Terbesar di Riau

Senin, 13 Juli 2026

BUALBUAL.com - Kepala Sekolah SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Slamet Supriyadi, S.Pd, M.Sc membuka kegiatan pembekalan magang bagi siswa kelas XII SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru dengan thema “Menuju Rimbawan Tangguh yang berkarakter, kompeten dan siap kerja”, belum lama ini.

Sebagai  narasumber Drs. H. Kampriwoto dan Andi Prayoga, S.Hut. Kegiatan ini dilaksanakan di studio mini Gedung Perpustakaan SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru.

Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Slamet Supriyadi, S.Pd, M.Sc dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan magang merupakan  bagian dari kurikulum vokasi untuk meningkatkan kompetensi dan mengenalkan dunia kerja secara langsung kepada peserta didik.

Tahun ini 101 Siswa Kelas XII akan diberangkatkan magang di berbagai perusahaan HTI seperti RAPP, Arara Abadi, MHP, WKS dan PT. Reki.

“Kegiatan pembekalan magang bertujuan untuk membuka wacana dunia kerja dan juga hal-hal yang harus dikuasai agar kegiatan magang berjalan sukses sesuai dengan sasaran," kata Slamet Supriyadi.

Slamet dalam kesempatan ini memperkenalkan nara sumber yakni Drs. H. Kampriwoto pelaku usaha, Dewan Pertimbangan Kadin, mantan Ketua REI Provinsi Riau yang juga Ketua Forum Komite SMA, SMK, SLB Provinsi Riau.

Kemudian, sebut Slamet Andi Prayoga, S.Hut, alumni SKMA juga sekretaris komite SMK Kehutanan. "Tentu kedua nara sumber kenyang pengalaman sehingga bisa menjadi rujukan anak-anak untuk bekal magang. Dengan mengucapkan Bismillahir rahmanir Rahim kegiatan pembekalan magang secara resmi saya buka,”  tutup  Slamet.

Drs. H. Kampriwoto dalam paparannya menyampaikan kompetensi (soft skill) yang perlu diasah untuk menuju rimbawan masa depan.

"Dunia usaha merupakan institusi ‘profit oriented’ sehingga anak-anak harus merasa menjadi bagian dari perusahaan tempat magang. Kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta magang antara lain, komunikasi sosial, Kerjasama tim, ketahanan mental, adaptasi cepat, kepemimpinan lapangan dan kemampuan menangani konflik," ujarnya.

Menurut dia, jika anak-anak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik serta paham alur proses pada pekerjaan yang ditanganinya serta mampu berkerjasama dengan karyawan perusahaan maka Sebagian besar beban sudah teratasi.

"Penting untuk dipahami oleh anak-anak semuanya bahwa pada saat kita memasuki satu perusahaan baik sebagai karyawan maupun masih magang kita harus memahami budaya perusahaan (corporate culture)  tempat kita bekerja. Hindari human error dan minimalisir resiko," ucapnya.

Kemudian, kata Kampriwoto, jika terdapat hal-hal yang anak-anak tidak ketahui lebih baik minta petunjuk pada karyawan pendamping magang. Jangan mengambil keputusan diluar dari kewenangan yang diberikan.

"Gunakan kesempatan magang untuk mengasah kemampuan dan selaraskan dengan ilmu yang sudah diajarkan di sekolah. Untuk menjadi rimbawan yang kompeten, maka kuasai ilmunya (knowledge) dan terampil dalam aplikasi di lapangan," imbuh  Kampriwoto.

Nara Sumber kedua Andi Prayoga, S.Hut, lebih menekankan pada kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik lingkungan kerja maupun lingkungan sekitar.

Dia berharap, sebanyak 101 siswa peserta magang saat kembali nanti tidak boleh lebih apalagi kurang. Lokasi magang pada umumnya bukan di Kota tetapi dipelosok dan akan tinggal dibarak-barak karyawan, sering bersinggungan dengan berbagai level karyawan dari mulai BHL atau pekerja kasar sampai dengan staff kantor.

"Hindari konflik, ikuti petunjuk dari pendamping magang serta tetap jalin komunikasi dengan kelompok magang sesuai dengan penempatan masing-masing," ungkap dia.

Bening Siswa Kelas XII Gaharu mewakili rekan-rekan menyampaikan persiapan sudah hampir 100% mulai dari surat keterangan sehat, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, perlengkapan K3 (safety), kertas kerja dan juga pembekalan.

"Dukungan dari sekolah sangat baik untuk persiapan magang. Secara umum kami peserta magang sudah mendapatkan gambaran baik lokasi magang maupun kegiatan yang harus dijalani selama magang," ujarnya.

Lina Haryanti dan Lambok Sagala staff Kerja sama  SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru menyampaikan bahwa proses pengajuan untuk penempatan peserta magang ini sudah dipersiapkan cukup lama.

"Usulan nama-nama peserta magang sudah dimasukkan ke perusahaan sejak bulan April 2026. Terkait dengan sebaran peserta magang yang tidak merata itu semua karena keterbatasan dari masing-masing perusahaan bukan dari pihak sekolah. Lebih lanjut Lambok Sagala menyampaikan bahwa salah satu kendala adalah kapasitas tempat tinggal peserta selama magang," jelas dia.

Kegiatan pembekalan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari Kepala Sekolah SMK Kehuranan Negeri Pekanbaru kepada Nara Sumber dan dilanjutkan photo bersama nara sumber serta 101 siswa peserta magang. ***