Dari Balai Adat, Kapolda Riau Serukan Gerakan Bersama Wujudkan Kampung Bersinar

Senin, 19 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Kapolda Riau Irjen Pol. Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., mengajak Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) bersinergi dalam menjaga keamanan, menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat, serta membangun kesadaran hukum melalui pendekatan adat dan budaya.

Ajakan tersebut disampaikan saat kunjungan silaturahmi Kapolda Riau bersama rombongan ke Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro Nomor 39, Pekanbaru, Senin (19/10/2026) pukul 13.30 WIB.

Kunjungan berlangsung dalam suasana santai dan penuh canda gurau, menciptakan keakraban antara jajaran Polda Riau dan pengurus LAMR. 

Rombongan disambut Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H. Marjohan Yusuf, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, serta sejumlah pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolda Riau mengatakan kunjungan ke LAMR telah direncanakannya sejak sepekan sebelumnya. Ia juga merencanakan silaturahmi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau.

“Semoga kehadiran saya membawa warna baru dalam membangun adat dan membangun adab di Riau ini. Saya melihat adat dan adab selalu dijunjung tinggi di Riau,” ujarnya.

Menurut Arman, sinergi antara kepolisian dan lembaga adat dapat menjadi salah satu pendekatan dalam menjaga ketertiban dan menyelesaikan persoalan masyarakat. Dia mencontohkan keberadaan pecalang di Bali yang bekerja sama dengan Polri.

Arman menilai, pendekatan serupa dapat dikembangkan di Riau melalui peran lembaga adat, termasuk pemanfaatan tameng adat dalam mendukung tugas kepolisian.

“Berkaitan dengan hukum adat, tentu kita kedepankan bersama-sama. Kemudian, terkait masalah hukum nasional, Polri yang menanganinya,” katanya.

Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi polisi dengan tokoh masyarakat agar penyelesaian persoalan dapat dilakukan secara tepat dan responsif. Melalui kolaborasi tersebut, ia berharap pendekatan restorative justice atau keadilan restoratif dapat diwujudkan.

Selain itu, Arman menyebut program penanganan narkoba di Riau, sesuai arahan Kapolri, diarahkan untuk mengubah Kampung Narkoba menjadi Kampung Bersinar atau Bersih dari Narkoba.

Dalam kesempatan itu, Arman turut meminta bimbingan dan tunjuk ajar dari para tokoh adat dalam menjalankan tugasnya di Riau.

“Saya mohon bimbingan dan tunjuk ajar. Saya merasa sangat terhormat karena bisa diterima dalam silaturahmi di Lembaga Adat Melayu Riau ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Kapolda di rumah besar masyarakat Melayu Riau.

Menurut Datuk Seri Taufik, LAMR merupakan lembaga adat yang memiliki landasan Peraturan Daerah (Perda) di Provinsi Riau.

Datuk Seri Taufik juga menerangkan bahwa LAMR provinsi dan LAMR kabupaten/kota bersifat konfederatif. Karena itu, LAMR provinsi tidak mencampuri urusan adat dan budaya yang menjadi kewenangan LAMR kabupaten/kota.

Datuk Seri Taufik menegaskan, secara mendasar LAMR memiliki dua tugas utama, yakni memperjuangkan hak-hak adat, termasuk hutan adat dan adat istiadat, serta mewariskan dan melestarikan adat dan budaya Melayu.

Pengurus LAMR Zulkarnain turut menekankan pentingnya silaturahmi dalam perspektif Islam. Menurutnya, Melayu identik dengan Islam, sementara silaturahmi merupakan amalan yang dianjurkan agama dan menjadi bagian dari nilai ketakwaan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H. Marjohan Yusuf menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda. Ia menilai pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan antarlembaga, melainkan membuka ruang hubungan dan kerja sama antara penegak hukum dengan masyarakat adat.

“Polri dan LAMR saling menguatkan. Polda Riau dalam penegakan hukum nasional, sedangkan LAMR dengan adat dan budayanya,” ujarnya.

Datuk Seri Marjohan menegaskan LAMR siap bersinergi dengan Polda Riau. Ia juga menyampaikan pemahaman atas beratnya tanggung jawab kepolisian dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum.

“Kunjungan Kapolda ini, kecik telapak tangan, nyilu kami tadahkan,” tuturnya, menggambarkan keterbukaan dan sambutan hangat LAMR terhadap silaturahmi tersebut.

Pertemuan itu diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara kepolisian dan lembaga adat, terutama dalam menjaga ketertiban, merawat nilai-nilai Melayu, serta membangun pendekatan yang humanis dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.