
BUALBUAL.com - Penyanyi asal Pekanbaru, Rara Siti Rachmawati, berhasil meraih penghargaan khusus Diplomat of the International Festival of Kazakh Songs dalam ajang Voice of Turan 2026 di Turkistan, Kazakhstan, pada 26–27 September 2026. Capaian tingkat internasional tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata Provinsi Riau.
Penghargaan diserahkan setelah Rara membawakan lagu berbahasa Kazakhstan secara fasih di hadapan juri serta perwakilan dari 20 negara. Keikutsertaannya sekaligus menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya perwakilan dari kawasan Asia Tenggara (ASEAN) pada ajang edisi ke-7 tersebut.
"Tentu sampai saat ini masih terasa kayak mimpi bisa mewakilkan Indonesia di tingkat Internasional. Alahamdulillah, Rara dapat penghargaan khusus Diplomat of the International Festival of Kazakh Songs dalam ajang Voice of Turan 2026 di Turkistan Kazakhstan," ujar Rara Siti Rachmawati di Pekanbaru, kepada Media Center Riau, Jumat (2/10/2026).
Rara menjelaskan bahwa festival antarnegara tersebut bertujuan mempererat hubungan budaya dan diplomasi antarnegara peserta. Penilaian dewan juri didasarkan pada ketepatan teknik vokal serta penghayatan terhadap materi lagu khas Kazakhstan.
"Penghargaan itu dikasih karena penilaian dewan juri terhadap penampilan Rara, yang membawakan lagu berbahasa Kazakhstan dengan sangat baik di hadapan peserta dari 20 negara. Tahun ini, Indonesia menjadi satu-satunya peserta dari kawasan ASEAN dan telah berpartisipasi dalam Voice of Turan secara berturut-turut sejak 2024," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa, menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih talenta muda asal Riau tersebut di panggung internasional. Pihaknya menilai prestasi Rara menjadi bukti nyata daya saing insan kreatif Riau pada sektor seni pertunjukan.
"Pemerintah Provinsi Riau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rara yang telah mengharumkan nama Indonesia dan Provinsi Riau di tingkat internasional. Capaian ini membuktikan bahwa talenta subsektor seni musik dari Riau mampu bersaing secara global," kata Tekad.
Dia menambahkan, Dinas Pariwisata melalui Bidang Ekonomi Kreatif, terus berkomitmen mendukung ruang tumbuh bagi para pelaku seni kreatif daerah. Sinergi antara pemerintah dan pelaku seni diharapkan terus mencetak prestasi dunia di masa mendatang.
"Kami akan terus mendukung pengembangan potensi seni dan budaya anak-anak muda Riau. Prestasi Rara ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berani berkarya hingga panggung internasional," ujarnya.
Pencapaian skala internasional ini merupakan buah dari perjalanan musik yang ditekuni Rara sejak berusia empat tahun. Kegemarannya bernyanyi mulanya tumbuh dari dorongan keluarga serta pengalaman tampil pada acara-acara pernikahan lokal.
"Jauh sebelum menjadi kayak sekarang, Rara memang hobi nyanyi itu sudah dari kecil. Sejak umur 4 tahun suka tampil malahan kalau ada acara kondangan. Kebetulan keluarga dari pihak Ayah, seperti Om dan Tante, memang pemusik," jelas Rara.
Memasuki usia tujuh tahun, Rara mulai mengikuti kompetisi bernyanyi formal tingkat lokal di Plaza Citra Pekanbaru. Pengalaman pertama tersebut menjadi titik awal baginya untuk mempelajari teknik vokal secara intensif di bawah bimbingan pelatih profesional.
"Bahkan pas umur 7 tahun, Rara didaftarkan lomba nyanyi sama Ayah dan Ibu di Plaza Citra. Awalnya sempat nggak menang, tapi karena kita gigih dan mau belajar terus, akhirnya berhasil dapat Juara 3," ucapnya.
Ajang kompetisi sekolah kemudian menjadi tempat Rara mengasah bakat hingga meraih juara satu Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kota Pekanbaru pada jenjang sekolah dasar. Ia terus terpilih menjadi utusan solo vokal Provinsi Riau ke tingkat nasional di Manado hingga masa pendidikan menengah atas.
"Nah iya, dari sejak itulah Rara ikut belajar nyanyi dilatih guru vokal. Makanya waktu SD, Rara terpilih jadi perwakilan sekolah untuk ikutan festival lomba seni siswa tingkat Kota Pekanbaru dan Alhamdulillah dapat juara satu. Lanjut ke jenjang SMP dan SMK, Rara terus dipercaya jadi perwakilan Solo Vokal Provinsi Riau ke tingkat Nasional di Manado," terangnya.
Karier komunikasinya semakin terbuka saat Rara menjuarai ajang Bintang Radio Indonesia tingkat Kota Pekanbaru pada 2017. Kemenangan tersebut membawanya melangkah ke kompetisi tingkat nasional mewakili daerahnya.
"Ketika tahun 2017, Rara ikutan ajang Bintang Radio Indonesia. Alhamdulillah dapat Juara 1 dan mewakili Pekanbaru ke tingkat Nasional," lanjutnya.
Konsistensi dalam jalur kompetisi terus berlanjut hingga Rara menembus babak Top Thirty pada ajang Indonesian Idol musim ke-12 tahun 2023. Perjalanan tersebut membentuk karakter bertandangnya melalui berbagai panggung penilaian publik secara bertahap.
"Kemudian pada tahun 2023, Rara ikut daftar Indonesian Idol musim ke-12 dan berhasil tembus top thirty. Jadi dari dulu memang tipikal penyanyi yang berjuang dari lomba ke lomba sejak kecil, bukan yang berawal dari anak band atau langsung tampil di panggung reguler," ungkapnya.
Proses penyesuaian mental menghadapi kritik juri dinilai Rara sebagai tantangan terberat selama menggeluti dunia seni suara. Penilaian subjektif serta ragam komentar kritis dijadikan sarana evaluasi teknis untuk meningkatkan kualitas vokal.
"Tantangan terbesarnya ada di mental. Seni itu kan nggak bisa diukur secara pasti soalnya selera juri beda-beda ada yang suka rock, blues, atau pop. Terus komentar juri juga sering pedas, misalnya dibilang suaranya kecil atau fales. Ada orang yang kena komentar begitu langsung patah semangat dan berhenti nyanyi. Tapi kalau Rara pribadi justru termotivasi," tuturnya.
Kesiapan menerima masukan serta evaluasi diri menjadi kunci utama kelangsungan perjalanannya di industri musik. Melalui pengalaman di Kazakhstan, Rara berkomitmen terus mengembangkan potensi diri dan membawa nama Indonesia pada ajang serupa di masa mendatang.
"Kalau kita nggak mau terima masukan orang lain, kita nggak bakal berkembang. Tantangan terbesar memang mengolah mental dan mengembangkan diri," pungkasnya.