Dari Tunggakan Listrik hingga Ancaman Pembongkaran, Nasib Mess Pelalawan di Jakarta Kian Memprihatinkan

Kamis, 02 April 2026

BUALBUAL.com - Mess Pelalawan di Jakarta kini menghadapi ancaman serius berupa pemutusan aliran listrik hingga pembongkaran instalasi oleh PLN akibat tunggakan yang belum terselesaikan. Kondisi ini memicu keprihatinan, sekaligus menyoroti lemahnya perhatian terhadap aset daerah yang memiliki fungsi vital bagi masyarakat.

Mess Pelalawan Jakarta selama ini menjadi tempat tinggal, pusat aktivitas, dan tumpuan bagi mahasiswa serta masyarakat asal Pelalawan di perantauan. Namun di tengah fungsinya yang strategis, kondisi bangunan yang kurang terawat serta persoalan listrik yang berlarut-larut memperlihatkan belum optimalnya pengelolaan dan perhatian terhadap fasilitas tersebut.

Sekretaris IKK Pelalawan Jakarta (IKK Kabupaten Pelalawan – Persatuan Masyarakat Riau Jakarta), Rizky Amanda, menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan administratif semata.

“Ancaman pemutusan listrik hingga pembongkaran instalasi ini adalah kondisi serius. Ini menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan tempat tinggal masyarakat Pelalawan di Jakarta. Tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi nyata,” tegas Rizky.

Ia menilai persoalan ini seharusnya menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan untuk segera turun tangan, tidak hanya menyelesaikan tunggakan listrik, tetapi juga melakukan pembenahan menyeluruh terhadap kondisi mess.

> “Ini momentum bagi Pemkab untuk menunjukkan komitmen dalam menjaga aset daerah. Tidak cukup hanya menyelesaikan listrik, tetapi juga perlu ada langkah konkret dalam perawatan dan renovasi agar mess tetap layak huni dan berfungsi sebagaimana mestinya,” lanjutnya.

Rizky juga menegaskan bahwa Mess Pelalawan Jakarta merupakan aset resmi milik Pemkab Pelalawan yang tercatat dan dikelola melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), sehingga tanggung jawab perawatan dan keberlangsungan operasional tidak dapat diabaikan.

“Sebagai aset daerah, sudah jelas ada tanggung jawab untuk memastikan fasilitas ini terawat dan berfungsi. Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi menyangkut kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Menambahkan perspektif dari organisasi pelajar dan mahasiswa asal Pelalawan, Fadlan Habibi, Sekretaris Himpunan Pelajar Mahasiswa Pelalawan Jakarta, menekankan pentingnya perhatian cepat dari Pemkab.

“Situasi Mess Pelalawan Jakarta jelas mengkhawatirkan. Banyak mahasiswa dan pelajar mengandalkan fasilitas ini untuk tempat tinggal dan belajar. Kami berharap Pemkab Pelalawan segera bertindak, bukan hanya membayar tunggakan listrik, tapi juga melakukan perbaikan menyeluruh agar mess tetap layak huni,” ujar Fadlan.

Para penghuni kini mendesak Pemkab Pelalawan untuk segera mengambil langkah konkret sebelum pemutusan listrik dan pembongkaran instalasi benar-benar terjadi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bukan hanya akan mengganggu aktivitas penghuni, tetapi juga mencerminkan lemahnya komitmen dalam pengelolaan aset daerah di luar wilayah.