Darurat Karhutla di Riau! Lebih 20 Ribu Hektare Lahan Hangus, Bengkalis Terparah

Rabu, 14 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sepanjang tahun 2026 telah menghanguskan 20.691,20 hektare lahan. Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan menjadi daerah dengan luasan kebakaran terbesar, sementara kabut asap mulai berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M. Edy Afrizal, mengatakan hingga saat ini Bengkalis dan Pelalawan masih menjadi wilayah dengan luasan karhutla paling tinggi.

"Untuk saat ini, luas lahan yang paling banyak terbakar berada di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Pelalawan," ujar Edy, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan data BPBD Riau, luas lahan yang terbakar di Bengkalis mencapai 8.573 hektare, sedangkan Pelalawan 6.710 hektare. Jika digabungkan, kedua daerah tersebut menyumbang sekitar 15.283 hektare atau sekitar 74 persen dari total luas karhutla di Riau tahun ini.

Setelah itu, Indragiri Hulu mencatat luas kebakaran 1.674 hektare, disusul Indragiri Hilir 1.408 hektare, dan Kota Dumai 651 hektare.

Karhutla juga terjadi di sejumlah daerah lainnya, yakni Rokan Hilir 509 hektare, Siak 430 hektare, Kepulauan Meranti 307 hektare, Kampar 178 hektare, Kuantan Singingi 139 hektare, serta Kota Pekanbaru 106 hektare.

Selain meningkatnya luasan kebakaran, masyarakat juga mulai merasakan dampak kabut asap. Kualitas udara menurun, jarak pandang berkurang, serta keluhan seperti mata perih dan tenggorokan sakit mulai dirasakan warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Salah seorang warga, Defri, mengaku kabut asap dalam beberapa hari terakhir semakin pekat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Belakangan ini asap semakin terasa. Saat keluar rumah, udara terasa tidak nyaman dan tenggorokan mulai terganggu. Kami berharap kebakaran segera bisa dipadamkan agar kondisi kembali normal," katanya.

Ia berharap pemerintah terus meningkatkan upaya penanganan karhutla agar dampak kabut asap tidak semakin meluas dan kondisi udara di Riau dapat segera membaik.