
BUALBUAL.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 706 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia.
Sekretaris Dinkes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan tiga kasus kematian tersebut masing-masing tercatat di Kecamatan Kulim, Tuah Madani dan Sail.
Sementara itu, Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi, yakni mencapai 107 kasus.
Menurut Dedy, salah satu faktor yang menyebabkan pasien meninggal dunia adalah keterlambatan mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gejala yang mengarah pada DBD.
"Mungkin awalnya dikira demam biasa, tapi akhirnya demam tinggi. Setiba di rumah sakit mengalami penurunan trombosit, sehingga kondisi sangat lemah dan tidak tertolong," kata Dedy, Sabtu (26/9/2026).
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh demam, terutama jika disertai gejala yang mengarah pada DBD. Masyarakat diminta segera membawa pasien yang mengalami indikasi DBD ke fasilitas kesehatan agar dapat menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan lebih awal.
"Kalau sudah ada indikasi DBD, segera dibawa ke rumah sakit. Jangan menunggu kondisi semakin lemah," cakapnya.
Dedy juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan seiring perubahan cuaca dari panas ke hujan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi munculnya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Menurutnya, genangan air yang perlu diwaspadai tidak hanya berada di tanah, tetapi juga dapat ditemukan pada berbagai barang di sekitar rumah, seperti ban bekas, kaleng, ember dan wadah lainnya yang dibiarkan terbuka.
"Genangan ini yang memicu jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang," ungkapnya.
Karena itu, Dinkes mengimbau masyarakat rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus. Upaya tersebut dilakukan dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.
Dedy menambahkan, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho juga telah mengarahkan agar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus dioptimalkan di tengah masyarakat.