DBD Mulai Mengintai Inhil! Suspek Naik, 150 Rumah Disemprot Fogging, Kadinkes Ingatkan 3M Plus

Sabtu, 31 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Jumlah kasus suspek Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mengalami peningkatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil mencatat kenaikan laporan suspek dengue dari 11 kasus pada minggu ke-41 menjadi 15 kasus pada minggu ke-42 tahun 2026.

Peningkatan tersebut menjadi perhatian serius Dinkes Inhil. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan serta memberantas tempat perkembangbiakan nyamuk.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Inhil telah melakukan pengasapan atau fogging di kawasan Jalan Suhada 2, Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu. Kegiatan tersebut menyasar sekitar 150 rumah warga sebagai respons atas laporan kasus DBD di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, dr. Udin Syafriudin, mengatakan peningkatan laporan suspek dengue berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) perlu menjadi perhatian bersama.

"Memang ada peningkatan laporan suspek dengue berdasarkan data SKDR. Pada minggu ke-41 tercatat sebanyak 11 kasus, kemudian pada minggu ke-42 meningkat menjadi 15 kasus. Kondisi ini menjadi perhatian kita untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan," ujarnya kepada awak media, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Udin, fogging merupakan salah satu upaya untuk membunuh nyamuk dewasa yang berpotensi menularkan virus dengue. Namun, pengasapan bukan solusi utama dalam memberantas DBD.

Pasalnya, fogging hanya membasmi nyamuk dewasa, sementara telur dan jentik yang berada di tempat penampungan air masih dapat berkembang menjadi nyamuk baru.

"Fogging ini bukan solusi utama. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat secara rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus. Kalau tempat perkembangbiakannya tidak dibersihkan, nyamuk akan kembali berkembang biak," jelasnya.

Karena itu, Dinkes Inhil mengajak masyarakat membudayakan gerakan 3M Plus mulai dari lingkungan rumah masing-masing.

Adapun langkah 3M yang perlu dilakukan meliputi:

* Menguras tempat penampungan air minimal satu kali dalam seminggu.

* Menutup rapat tempat penampungan air agar tidak menjadi tempat nyamuk bertelur.

* Mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan melakukan langkah tambahan atau Plus, seperti menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dikuras, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan kelambu saat tidur, serta memakai losion antinyamuk.

Warga juga diingatkan untuk tidak membiasakan menggantung pakaian bekas pakai di dalam rumah karena dapat menjadi tempat persembunyian nyamuk.

Dinkes Inhil berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan fogging ketika ditemukan kasus DBD. Pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dapat diputus.

Dengan meningkatnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat, penyebaran DBD di Kabupaten Indragiri Hilir diharapkan dapat dikendalikan sehingga risiko penularan di lingkungan permukiman bisa ditekan.