Delapan Tahun Bertahan di Rumah Seadanya, Tuti Kini Nikmati Bantuan Renovasi

Kamis, 11 Juni 2026

BUALBUAL.com - Di tengah padatnya permukiman warga di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, harapan tumbuh bagi Tuti Ardianti dan keluarganya. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah papan yang kondisinya jauh dari layak, kini ia bisa merasakan perubahan berkat bantuan renovasi rumah dari pemerintah.

Bagi Tuti, rumah bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga saksi perjalanan hidup dan perjuangannya membesarkan tiga orang anak di tengah keterbatasan ekonomi.

Perempuan kelahiran 1996 itu tinggal di Jalan Budi Luhur, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, bersama suami dan ketiga anaknya. Anak sulungnya saat ini duduk di bangku kelas V SD, anak kedua kelas II SD, sedangkan anak bungsunya masih berusia dua tahun tujuh bulan.

Tuti mengaku telah tinggal di lingkungan tersebut sejak lahir. Setelah menikah, ia bersama suaminya membangun rumah papan sederhana di samping rumah orang tuanya agar tetap dekat dengan keluarga.

"Saya dari lahir memang tinggal di sini bersama orang tua. Setelah menikah, saya dan suami membangun rumah papan sederhana di sebelah rumah orang tua," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Selama delapan tahun terakhir, Tuti dan keluarganya bertahan dalam kondisi rumah yang serba terbatas. Dinding kayu yang mulai lapuk, atap yang bocor saat hujan, hingga kondisi lantai yang sederhana menjadi bagian dari keseharian mereka.

Meski demikian, keluarga kecil tersebut tetap berusaha menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran sambil berharap suatu saat dapat memiliki rumah yang lebih layak.

"Sudah delapan tahun kami tinggal dengan keadaan rumah seadanya. Alhamdulillah, sejak Februari kemarin kami mendapat bantuan pemerintah melalui program renovasi rumah," katanya.

Bantuan tersebut menjadi titik balik bagi keluarganya. Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, renovasi rumah menghadirkan harapan baru bagi masa depan mereka.

Menurut Tuti, kabar baik itu bermula ketika petugas dari BKKBN datang ke rumahnya. Awalnya ia merasa bingung dan tidak menyangka rumah yang ditempatinya akan menjadi perhatian pemerintah.

Namun rasa bingung itu berubah menjadi haru ketika mengetahui rumahnya masuk dalam program bantuan renovasi bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Pihak BKKBN datang ke rumah dan memberi tahu bahwa rumah ini akan direnovasi. Tentunya saya sangat senang, seperti mimpi rasanya," ungkapnya.

Tak hanya mendapatkan bantuan perbaikan rumah, Tuti juga menerima bantuan modal usaha dari Seruni Kabinet Merah Putih berupa paket daster dan pakaian anak-anak untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena dapat menjadi tambahan penghasilan di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Bukan hanya rumah yang diperbaiki, tetapi saya juga mendapatkan bantuan modal usaha berupa paket daster dan pakaian anak-anak," tuturnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat untuk membantu ekonomi keluarga sambil tetap fokus mengurus anak-anak di rumah.

Bagi Tuti, rumah yang lebih layak bukan hanya soal bangunan yang lebih baik, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi anak-anaknya untuk tumbuh dan belajar.

"Kalau rumah sudah bagus seperti ini, kami tidak perlu khawatir lagi saat hujan. Dulu kalau hujan deras, anak-anak harus mengungsi ke rumah orang tua. Ke depan, insyaallah sudah tidak perlu lagi," ujarnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, Tuti menilai perhatian pemerintah sangat berarti bagi masyarakat kecil. Ia berharap program bantuan sosial dan perbaikan rumah dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.

"Harapan saya, semoga pemerintah terus memperhatikan masyarakat secara menyeluruh. Di kondisi serba mahal seperti sekarang, bantuan pemerintah sangat dibutuhkan," harapnya.