
PEKANBARU, BUALBUAL.com – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (26/10/2026), berakhir ricuh setelah massa terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian. Insiden tersebut menyebabkan Presiden Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), Muhammad Ramadhanu, terjatuh dan harus mendapatkan perawatan medis.
Berdasarkan laporan RiauIN.com, kericuhan bermula ketika massa aksi berusaha masuk ke area kantor pemerintahan dengan mendorong gerbang menggunakan mobil komando. Situasi semakin memanas saat mahasiswa mendesak pimpinan daerah untuk menemui mereka secara langsung.
Di tengah aksi saling dorong, mahasiswa menyampaikan tuntutan melalui pengeras suara. Mereka meminta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, keluar dan menemui massa aksi.
“Kami meminta SF Hariyanto untuk keluar dan menemui kami secara langsung. Jangan menghindar dari aspirasi rakyat,” tegas salah seorang mahasiswa dari atas mobil komando.
Dalam demonstrasi tersebut, massa juga membawa celana dalam berwarna merah sebagai simbol protes terhadap kepemimpinan di Riau.
Mahasiswa turut menyoroti persoalan lingkungan hidup, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang setiap tahun di Provinsi Riau.
Mereka mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang diduga terlibat dalam kerusakan hutan dan kebakaran lahan.
“Pemerintah harus berani menindak tegas dan mengadili korporasi-korporasi yang merusak hutan dan menjadi biang kerok kebakaran lahan di Riau,” ujar salah seorang orator dalam aksi tersebut.
Hingga sekitar pukul 17.00 WIB, massa dilaporkan masih bertahan dan sempat menutup jalan di sekitar persimpangan Tugu Zapin. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di kawasan itu tersendat.
Situasi akhirnya kembali terkendali setelah koordinator lapangan menenangkan peserta aksi dan mengarahkan massa untuk membubarkan diri secara kondusif.
Insiden terjatuhnya Presiden Mahasiswa UIR dalam aksi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam demonstrasi yang menyoroti tuntutan terhadap pemerintah daerah dan penanganan persoalan lingkungan di Riau.