
BUALBUAL.com - Aktivis Riau asal kecamatan Mandah, Deni Satriadi, angkat suara menanggapi maraknya kegiatan yang dinilai tidak pantas di Pantai Solop, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Ia menegaskan agar kawasan wisata alam ini tidak dijadikan ajang berkumpulnya pengunjung LGBT, atau terkesan seperti fashion show waria yang rutin digelar di setiap tahun khusus Lebaran Ketiga.
Baca Berita kaitan : Viral! Ramai Tanpa Kendali, Pantai Solop Disorot Soal Moral dan Ketertiban
“Sebagai warga Mandah dan anak jati Inhil, saya sangat prihatin melihat Pantai Solop yang seharusnya menjadi wisata alam yang asri, justru dijadikan ajang hiburan yang tidak pantas, seakan-akan memberi panggung untuk fashion show waria,” ujar Deni Satriadi, Senin (24/3/2026).
Deni menekankan bahwa hiburan di Pantai Solop memang penting untuk menarik pengunjung, tetapi tidak boleh mengorbankan etika, moral, dan adab yang santun. Ia mengajak semua pihak, mulai dari pengunjung, pengelola, hingga pemerintah, untuk bersama-sama menjaga nama baik dan keasrian kawasan wisata ini.
“Pantai Solop harus menjadi tempat yang ramah, layak, dan nyaman bagi semua kalangan. Jangan biarkan perilaku menyimpang menguasai ruang publik kita. Mari kita jaga bersama agar Pantai Solop tetap bersih, tertib, dan berkarakter,” tegas Deni.
Fenomena ini, menurut Deni, seharusnya menjadi momentum bagi pengelola dan pemerintah setempat untuk menata kawasan wisata secara lebih profesional. Pengawasan kegiatan hiburan, pengelolaan sampah, hingga penataan area publik menjadi hal yang sangat penting agar Pantai Solop tetap menjadi destinasi unggulan yang ramai, aman, bersih, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Dari video yang beredar, terlihat sejumlah waria berlenggak-lenggok di panggung hiburan Pantai Solop layaknya catwalk peragaan busana. Aksi tersebut sempat menjadi tontonan publik bagi pengunjung, banyak di antaranya mengabadikan momen tersebut melalui kamera HP. Kegiatan ini terjadi pada Rabu (22/3/2026) sebagai hiburan tambahan di kawasan wisata.
Deni menegaskan, pihaknya berharap agar kejadian serupa tidak lagi terulang. Ia mengingatkan semua pihak bahwa menjaga moral, budaya, dan nilai-nilai lokal sama pentingnya dengan mengembangkan pariwisata.
"Mari kita satukan langkah untuk menjadikan Pantai Solop destinasi wisata alam yang unggul, ramah, dan sesuai dengan budaya serta moral masyarakat Inhil,” pungkasnya.