Diburu Berhari-hari, Suami yang Diduga Bunuh Istri Akhirnya Tertangkap

Sabtu, 20 Juni 2026

BUALBUAL.com - Penyebab kematian seorang perempuan berinisial RK (50), warga Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, mulai menemukan titik terang. Suami korban yang sempat menghilang setelah korban ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya, kini telah diamankan pihak kepolisian.

Terduga pelaku yang merupakan suami korban berhasil ditangkap setelah beberapa hari menjadi buruan aparat. Berdasarkan informasi yang diperoleh, penangkapan dilakukan di wilayah Sumatera Utara.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra melalui Kapolsek Ujung Batu Kompol Jusup Purba membenarkan penangkapan tersebut. Namun, pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci kronologi maupun lokasi penangkapan karena proses membawa terduga pelaku ke Rokan Hulu masih berlangsung.

“Iya benar, yang bersangkutan sudah diamankan dan saat ini masih dalam proses dibawa ke Rohul untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kompol Jusup Purba, Sabtu (20/6/2026).

Kasus ini bermula dari penemuan jasad RK pada Selasa (16/6/2026) pagi di rumahnya yang berada di Dusun II Simpang Baru, Desa Ngaso. Korban yang dikenal warga sebagai tukang pijat ditemukan meninggal dunia di dalam kamar dengan kondisi mengenaskan dan bersimbah darah.

Peristiwa tersebut menggemparkan warga sekitar. Korban diketahui hanya tinggal berdua bersama suaminya, sementara anak-anaknya dari pernikahan sebelumnya tinggal di luar daerah dan tidak berada di lokasi saat kejadian.

Kecurigaan warga mengarah kepada suami korban setelah yang bersangkutan tidak ditemukan usai jasad ditemukan. Selain itu, beredar informasi bahwa pria tersebut meninggalkan rumah dengan membawa sepeda motor milik korban serta dua unit telepon genggam.

Hasil pemeriksaan medis dari RSUD Pasir Pengaraian mengungkap bahwa korban meninggal dunia akibat luka tusuk benda tajam di bagian leher. Tim medis menemukan dua luka tusuk di sisi kanan dan kiri leher korban yang menyebabkan kehilangan banyak darah.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban menjadi korban tindak kekerasan. Selain itu, kondisi kamar yang dipenuhi bercak darah serta sejumlah barang yang berserakan turut menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap secara lengkap motif dan kronologi kejadian. (*)