Dirumahkan karena Anggaran Tak Ada, Ratusan Guru Bantu Riau Terancam Menganggur

Kamis, 05 Maret 2026

BUALBUAL.com - Ratusan guru bantu di Provinsi Riau terpaksa dirumahkan. Setidaknya terdapat 401 guru bantu yang sebelumnya dibiayai oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kini tidak lagi bekerja.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 321 guru bertugas di jenjang Pendidikan Dasar (Dikdas), sementara 80 guru lainnya mengajar di jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen).

Selama ini, para guru bantu tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung layanan pendidikan di berbagai daerah. Namun, akibat perubahan aturan dari Pemerintah Pusat, tanggung jawab pembiayaan guru bantu tidak lagi berada di bawah pemerintah provinsi.

Pembayaran gaji para guru tersebut kini menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Sayangnya, karena keterbatasan anggaran di sejumlah daerah, para guru bantu tersebut belum dapat tertampung sehingga terpaksa dirumahkan.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Riau, Abdul Kasim, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari para guru bantu yang terdampak kebijakan tersebut.

Bahkan, menurutnya jumlah guru yang terdampak bisa mencapai ribuan orang.
Politisi PKS dari daerah pemilihan Dumai, Bengkalis dan Kepulauan Meranti itu menyebut Komisi V DPRD Riau berencana menggelar pertemuan dengan para guru yang dirumahkan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Kita sedang mencari waktu untuk menjadwalkan pertemuan dengan mereka. Kalau bisa besok, besok kita jadwalkan,” ujar Kasim, Rabu (4/3/2026).

Ia juga mengaku prihatin dengan kondisi para guru bantu tersebut. Pasalnya, setelah tidak lagi digaji oleh Pemprov Riau dan kewenangannya dialihkan ke pemerintah kabupaten/kota, mereka justru belum dapat diakomodasi karena keterbatasan anggaran daerah.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada keberlangsungan proses belajar mengajar di sejumlah sekolah di Provinsi Riau.