Ditinggal Ibu Sejak Dini, Wahyu Bangkit dan Kini Wakili Pelalawan di Grand Final Duta Pariwisata Riau

Kamis, 30 April 2026

BUALBUAL.com - Lahir di Batu Bersurat, Kabupaten Kampar, pada 1 Januari 2004. Wahyu Trinanda Puteri tumbuh dalam balutan tradisi Melayu yang kental. Kini, mahasiswi Universitas Islam Riau angkatan 2022 jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan (Tari) tersebut berada di titik penting dalam hidupnya: melangkah menuju Grand Final Pemilihan Duta Pariwisata Riau 2026, dengan membawa nama Kabupaten Pelalawan.

Perjalanan Wahyu tidak selalu mudah. Ia tumbuh bersama sang ayah setelah kepergian ibunda tercinta. Kehilangan itu justru menjadi sumber kekuatan batin.

Ia meyakini, doa sang ibu tetap menyertainya, menjadi energi yang menguatkan setiap langkah yang diambil, termasuk saat menapaki dunia pageant. Langkah awalnya dimulai pada 2022, ketika ia memberanikan diri mengikuti ajang “Z Face Zetizen Riau 2022” dan berhasil menembus Top 50.

Setahun kemudian, Wahyu kembali mengasah kemampuannya melalui ajang “Pemilihan Bujang Dara Pelalawan 2023”. Hasilnya, ia berhasil masuk Top 5 sekaligus meraih gelar 5th Place Dara Pelalawan 2023.

Tahun 2026 menjadi panggung yang lebih besar. Melalui jalur umum, Wahyu lolos seleksi wawancara dan resmi menjadi finalis Duta Pariwisata Riau 2026 mewakili Kabupaten Pelalawan.

Konsistensinya semakin terlihat saat mengikuti rangkaian Launching & Minat Bakat. Dalam penampilannya, ia menyuguhkan paket lengkap berupa syair, lagu Melayu, dan tarian tradisional, yang mengantarkannya masuk dalam Top 3 Penampilan Minat Bakat Terbaik.

“Alhamdulillah, ini amanah besar. Saya ingin orang tidak hanya mengenal Riau dari istana atau Bono, tetapi juga dari syair yang dilantunkan, lagu yang dinyanyikan, dan tarian yang dihidupkan oleh generasi mudanya,” ujar Wahyu, Rabu (29/4/2026).

Grand Final yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026 menjadi momentum penting, tidak hanya bagi Wahyu secara pribadi, tetapi juga bagi Kabupaten Pelalawan. Ia berharap dapat memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama daerahnya lebih dikenal di tingkat provinsi.

Wahyu juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Pelalawan, khususnya Dinas Pariwisata, dapat memberikan dukungan penuh terhadap langkahnya. Dukungan tersebut dinilai penting, tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga sebagai bentuk investasi terhadap generasi muda yang berperan dalam mempromosikan budaya dan pariwisata daerah.

Bagi Wahyu, gelar Duta Pariwisata bukan semata tentang mahkota. Lebih dari itu, ia ingin menjadi representasi hidup dari budaya yang membesarkannya.

“Ini tentang menjadi cerita berjalan untuk tanah yang membesarkan kita. Dari kesederhanaan Pelalawan dari ruang kelas UIR, saya ingin dunia melihat Pelalawan dan Riau lebih dalam,” tutupnya.