
BUALBUAL.com - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Riau menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan doa bersama dan panggung keadilan untuk Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor DPW PKB Riau, Sabtu (14/3/2026).
Menjelang waktu berbuka puasa, rangkaian kegiatan diisi dengan orasi singkat dari relawan, kader partai, serta masyarakat yang selama ini terus mendukung dan menyerukan keadilan untuk Abdul Wahid.
Koordinator Gerakan Keadilan Abdul Wahid yang juga panitia kegiatan, Rinaldi, mengatakan doa bersama dan panggung keadilan digelar sebagai bentuk dukungan moril kepada Abdul Wahid agar tetap kuat dan tabah menjalani proses hukum.
“Pertama, doa bersama dan panggung keadilan ini kami persembahkan untuk Gubernur Riau Abdul Wahid agar beliau tetap tegar, tabah menjalani ujian ini, serta istiqomah terhadap kebenaran yang kami yakini bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen para sahabat, kader, dan sesama rekan satu partai untuk terus mengawal proses hukum hingga keadilan yang semestinya dapat diperoleh.
“Yang kedua, ini langkah kami sebagai kawan, sahabat, dan sesama satu partai untuk berkomitmen bersama-sama mengawal hingga keadilan yang sepatutnya didapatkan gubernur kita bisa benar-benar terwujud,” katanya.
Selain itu, panggung keadilan juga disebut sebagai pengingat bagi aparat penegak hukum agar berhati-hati dalam memeriksa materi persidangan.
“Yang ketiga, ini menjadi alarm bagi peradilan agar berhati-hati terhadap materi yang disampaikan di persidangan, sehingga prosesnya berjalan dengan penuh kejujuran dan tidak ditebar dengan kebohongan,” jelasnya.
Rinaldi juga mengungkapkan pihaknya akan menggalang petisi dukungan dari masyarakat Riau yang nantinya disampaikan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Kami juga akan membuat petisi yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Petisi itu akan ditandatangani sebanyak-banyaknya oleh masyarakat Riau dan akan kami kirimkan secara resmi,” ungkapnya.
Massa pendukung, lanjut Rinaldi, juga berkomitmen menghadiri setiap agenda persidangan sebagai bentuk dukungan moral.
“Setiap persidangan kami akan hadir untuk memberikan dukungan moral dan mengawal prosesnya hingga putusan nanti,” tegasnya.
Ia berharap seluruh proses hukum berjalan objektif tanpa adanya rekayasa fakta. “Artinya, jangan sampai ada hal-hal yang seolah-olah diada-adakan padahal sebenarnya tidak pernah ada,” tutupnya.