
BUALBUAL.com - Mantan Gubernur Riau, Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution, bersama sejumlah elemen masyarakat mendatangi sebuah gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan Temu Puri, RT 04/RW 04, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Jumat (2/10/2026) malam.
Kedatangan Edy Natar bersama Sekjen DPP Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Datuk Juprizal, perwakilan Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) Datuk Tarlaili, serta masyarakat setempat dilakukan sekitar pukul 21.30 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, turut dilibatkan Ketua RT Susanto, Lurah Tenayan Jaya Suwandi, serta aparat kepolisian. Kapolsek Tenayan Raya AKP Ronny Reduansyah, SH, MH, disebut turut membuka akses gudang untuk memastikan pemeriksaan dapat dilakukan secara terbuka.
Perwakilan Pertamina Patra Niaga juga dihadirkan melalui Sales Area bernama Heri. Kehadiran berbagai pihak tersebut disebut untuk menjaga transparansi serta memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai ketentuan.
"Semua unsur kami libatkan di lapangan agar pelaksanaan ini benar-benar sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan transparan," ujar Edy Natar kepada wartawan di lokasi.
Di dalam gudang, ditemukan puluhan wadah penampungan BBM. Di antaranya 54 unit baby tank berkapasitas masing-masing 1.000 liter. Sebagian wadah tersebut disebut dalam kondisi terisi BBM.
Selain itu, ditemukan 10 drum berkapasitas 210 liter dan empat drum berkapasitas sama yang juga disebut sebagian terisi BBM.
Berdasarkan kapasitas seluruh wadah yang ditemukan, total daya tampung gudang tersebut mencapai sekitar 58.260 liter BBM.
Edy Natar menyebut BBM dan gudang tersebut diduga berkaitan dengan seorang oknum aparat berinisial atau bernama Fauzi. Namun, kepemilikan maupun status BBM tersebut masih berupa dugaan dan perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan serta penyidikan aparat penegak hukum.
"Kami berharap temuan ini benar-benar diusut sampai tuntas, dilakukan secara terbuka, dan diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa tebang pilih," kata Edy.
Edy yang juga Koordinator Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR) di Riau tersebut sebelumnya menyampaikan dugaan adanya praktik penimbunan BBM di wilayah Pekanbaru.
Ia menyebut masih terdapat dugaan lokasi lain yang perlu ditelusuri, termasuk di wilayah Rumbai, Minas, dan sejumlah lokasi lainnya di sekitar Pekanbaru.
Namun, informasi mengenai lokasi-lokasi tersebut masih berupa klaim yang disampaikan Edy Natar dan belum dapat dipastikan secara independen.
Ia berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti temuan tersebut serta mengungkap asal-usul, kepemilikan, dan peruntukan BBM yang ditemukan di lokasi.
Editor: Bintang/elpi