Dugaan Waria Joget di Pantai Solop, IMAM Tembilahan Dorong Evaluasi Aktivitas Wisata

Kamis, 26 Maret 2026

BUALBUAL.com - Ikatan Mahasiswa Mandah (IMAM) Tembilahan angkat bicara terkait keramaian di Pantai Solop yang dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai adat Melayu. Ketua Ikatan Mahasiswa Mandah (IMAM) Tembilahan, Bima Restu, menegaskan bahwa ruang publik di wilayah Melayu harus tetap berlandaskan budaya, agama, dan kearifan lokal.

"Kami sangat menyayangkan apabila ada kegiatan yang tidak sesuai dengan adab dan kesopanan Melayu. Negeri ini dikenal sebagai negeri beradat dan beragama," ujar Bima Restu.

IMAM Tembilahan juga meminta pemerintah daerah serta instansi terkait untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas di lokasi wisata agar tetap sesuai dengan norma yang berlaku.

"Kami mendorong adanya langkah konkret, baik melalui regulasi, pengawasan, maupun pembinaan. Hal ini penting agar kejadian serupa tidak terulang," tambahnya.

Bima Restu juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah daerah dengan menjunjung tinggi nilai adat, budaya, dan agama yang selama ini menjadi identitas masyarakat Melayu.