
BUALBUAL.com - Luas lahan sawah di Provinsi Riau mengalami penyusutan signifikan. Dari sebelumnya sekitar 128 ribu hektare, kini luas sawah yang tersisa hanya sekitar 41 ribu hektare.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota Komite II DPD RI daerah pemilihan Riau, Arif Eka Saputra. Penyusutan lahan sawah dinilai berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian sekaligus menjadi tantangan bagi ketahanan pangan di daerah.
Persoalan itu mengemuka saat Arif melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau pada 29 Oktober 2026. Kunjungan tersebut bertujuan menyerap aspirasi sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pertanian modern dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan itu, Kepala BRMP Riau, Agus Wahyana Anggara, mengungkapkan bahwa penyusutan luas baku sawah menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.
Meski demikian, menurut Agus, Riau masih memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan dan peningkatan intensitas tanam.
"Riau masih memiliki potensi pertanian yang besar untuk dikembangkan, antara lain melalui optimalisasi pemanfaatan lahan dan penerapan pola tanam hingga tiga kali dalam setahun," kata Agus, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan memaksimalkan lahan yang tersedia serta menerapkan pola tanam yang lebih intensif.
"Peningkatan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun menjadi salah satu opsi untuk mengoptimalkan produksi, dengan tetap memperhatikan kondisi lahan, ketersediaan air, dan kesesuaian komoditas," ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah berkurangnya luas sawah. Namun, penerapannya tetap membutuhkan perencanaan matang dan dukungan teknologi agar hasil produksi dapat meningkat secara berkelanjutan.
Selain optimalisasi lahan, BRMP Riau juga turut mendukung penguatan ketahanan pangan melalui penyaluran bantuan benih dan bibit pertanian.
Bantuan tersebut meliputi benih padi, jagung, bawang merah, cabai, serta bibit ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB).
"Dukungan ini diharapkan dapat membantu pengembangan berbagai komoditas pangan sekaligus memperkuat kapasitas produksi pertanian dan peternakan di daerah," pungkasnya.