Dulu 15 Order, Kini Kadang Tak Ada! Pengemudi Maxim Pekanbaru Segel Kantor

Sabtu, 31 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Puluhan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Aliansi Mitra Pengemudi Maxim Pekanbaru menyegel kantor operasional Maxim di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Payung Sekaki, Jumat (30/10/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perusahaan yang dinilai berdampak besar terhadap pendapatan para mitra pengemudi. Mereka mengklaim penghasilan mengalami penurunan hingga 80 persen sejak diberlakukannya Program Fokus, yang sebelumnya dikenal sebagai Program Turbo Berbayar.

Sejak pagi, massa mendatangi kantor Maxim untuk menyampaikan sejumlah tuntutan. Para pengemudi menilai kebijakan aplikator tidak lagi memberikan kesempatan yang adil bagi mitra dalam memperoleh pesanan.

Salah seorang pengemudi, Bagas Putra, mengungkapkan bahwa jumlah pesanan yang diterimanya mengalami penurunan drastis.

"Dalam sehari kita bisa mendapatkan 15 order. Tapi sekarang semenjak ada Program Fokus atau Turbo ini, kita cuma dapat 5, kadang 4, kadang tak ada sama sekali," ungkap Bagas saat ditemui di lokasi aksi.

Menurut Bagas, penerapan Program Fokus yang sebelumnya disebut Program Turbo Berbayar dinilai memberatkan pengemudi. Sebab, mitra disebut harus mengeluarkan biaya tambahan agar dapat bersaing mendapatkan pesanan.

Selain persoalan program tersebut, para pengemudi juga mempersoalkan kebijakan penerimaan mitra baru yang dinilai terus dilakukan tanpa pembatasan dan penataan wilayah yang jelas.

Kondisi itu disebut semakin memperketat persaingan antarpengemudi. Di sisi lain, mereka tetap harus menanggung biaya operasional seperti bahan bakar dan perawatan kendaraan, sementara jumlah pesanan yang diterima semakin berkurang.

Di tengah aksi tersebut, pihak manajemen Maxim akhirnya mengizinkan sejumlah perwakilan pengemudi untuk masuk dan melakukan audiensi.

Dalam pertemuan itu, para pengemudi menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya meminta perusahaan menghapus Program Fokus serta menghentikan sementara penerimaan mitra baru atau melakukan moratorium.

Menanggapi tuntutan tersebut, perwakilan manajemen Maxim menyatakan akan menampung dan mengevaluasi seluruh keluhan yang disampaikan para mitra pengemudi.

Meski audiensi telah berlangsung, Aliansi Mitra Pengemudi Maxim Pekanbaru menegaskan penyegelan kantor belum akan dicabut. Mereka juga menyatakan berencana kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar apabila perusahaan belum memberikan solusi konkret terhadap persoalan yang disampaikan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat penjelasan lebih lanjut dari pihak manajemen mengenai keputusan akhir atas tuntutan para pengemudi tersebut.

Klaim penurunan pendapatan hingga 80 persen dan dampak Program Fokus merupakan keterangan dari pihak pengemudi yang melakukan aksi.