Fantastis! 11,5 Juta Bibit Mangrove Ditanam di Riau, Lima Kabupaten Jadi Sasaran

Sabtu, 31 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Upaya memulihkan ekosistem pesisir di Provinsi Riau terus menunjukkan perkembangan positif. Melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), ribuan hektare kawasan pesisir telah direhabilitasi dengan penanaman jutaan bibit mangrove di lima kabupaten.

Hingga Oktober 2026, program yang diinisiasi Kementerian Kehutanan tersebut mencatat penanaman mangrove seluas 3.361 hektare dari target 4.000 hektare hingga 2027 mendatang. Capaian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan.

PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi, mengatakan program tersebut menyasar lima kabupaten, yakni Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Pelalawan, dan Rokan Hilir.

"Untuk Provinsi Riau, terdapat lima daerah yang menjadi lokasi program. Hingga saat ini sudah ditanami sekitar 3.361 hektare atau setara dengan 87 persen dari target 4.000 hektare," ujarnya.

Untuk mendukung rehabilitasi tersebut, sebanyak 11.531.800 bibit mangrove jenis lokal Rhizophora sp dan Avicennia sp telah disiapkan dan ditanam. Bibit tersebut berasal dari persemaian kelompok masyarakat serta mitra program berdasarkan hasil survei biofisik.

Secara rinci, penanaman mangrove dilakukan dalam tiga tahap. Pada 2024, penanaman mencapai 1.683 hektare dengan 5.321.800 bibit. Kemudian pada 2025 seluas 1.441 hektare menggunakan 4.895.000 bibit, sementara pada 2026 mencapai 237 hektare dengan 1.325.000 bibit.

Selain penanaman baru, program M4CR juga melaksanakan pemeliharaan mangrove seluas 2.426 hektare melalui keterlibatan 103 kelompok masyarakat.

Program ini turut memberikan dampak sosial melalui pelibatan masyarakat setempat. Tercatat sebanyak 4.382 warga terlibat langsung dalam kegiatan penanaman, termasuk 1.415 perempuan. Sementara itu, kegiatan penanaman dan pemeliharaan telah menyerap 238.533 Hari Orang Kerja (HOK).

Arif menjelaskan, pelaksanaan M4CR tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi masyarakat pesisir, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kebijakan di tingkat tapak, serta kolaborasi dengan berbagai mitra.

Dari sisi ekonomi, program ini telah menyalurkan hibah usaha senilai Rp5,71 miliar kepada 43 kelompok masyarakat untuk mendukung pengembangan usaha pesisir.

"Jadi, manfaat program ini tidak hanya dari sisi ekologis, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir," jelasnya.

Dalam peningkatan kapasitas masyarakat, sebanyak 1.732 warga telah mengikuti Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove (SLRM). Selain itu, 525 peserta mengikuti Sekolah Lapang Livelihood (SLL) yang mengembangkan 16 jenis usaha.

Sementara dari sisi kebijakan, sebanyak 70 desa telah ditetapkan sebagai Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM).

Program M4CR sendiri merupakan program Kementerian Kehutanan Republik Indonesia yang berlangsung pada 2024 hingga 2027. Pelaksanaannya mencakup empat provinsi, yakni Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Khusus di Riau, penanaman pada 2024 dipusatkan di Kabupaten Indragiri Hilir. Tiga kecamatan dengan luasan penanaman terbesar yakni Kuala Indragiri mencapai 711 hektare, Tanah Merah 509 hektare, dan Reteh 153 hektare.

Selanjutnya, pada 2025, cakupan penanaman diperluas ke lima kabupaten yang menjadi lokasi program M4CR.

Dengan capaian tersebut, rehabilitasi mangrove di Riau diharapkan terus berlanjut hingga target 4.000 hektare tercapai pada 2027, sekaligus memperkuat perlindungan kawasan pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.