
BUALBUAL.com - Upaya meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, diperkuat melalui sinergi nyata antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, dan PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Dabo Singkep. Kolaborasi ini diwujudkan melalui Apel Gabungan sekaligus kegiatan gotong royong pembersihan area sekitar jaringan listrik, Rabu (26/8/2026) di Lapangan Merdeka, Desa Penuba, dengan tema "Bergandeng Tangan, Menyalakan Semangat di Bulan Kemerdekaan".
Kegiatan ini dihadiri Camat Selayar H. Abdul Kamar, Direktur ULP PLN Dabo Singkep Suheri, Sekretaris Kecamatan Selayar, Bhabinkamtibmas, para Kepala Desa, Ketua BPD, Satpol PP, Kepala UPTD Puskesmas Penuba, serta unsur RT, RW, dan perangkat dusun se-Kecamatan Selayar.
Camat Selayar H. Abdul Kamar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk mengurangi gangguan listrik yang selama ini dirasakan masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pihak PLN. Kita tidak boleh berhenti di sini. Gotong royong membersihkan lingkungan sekitar jaringan adalah langkah nyata untuk meminimalkan potensi gangguan," ujar Abdul Kamar.
Berdasarkan evaluasi, pepohonan yang tumbuh terlalu dekat dengan jaringan menjadi salah satu pemicu utama gangguan. Faktor lain seperti angin, hewan, serta beban jaringan juga turut berpengaruh. Karena itu, pemangkasan dan pembersihan vegetasi di sekitar jalur kabel menjadi prioritas.
Direktur ULP PLN Dabo Singkep, Suheri, menyambut baik dukungan penuh pemerintah dan masyarakat Selayar. Ia menegaskan sinergi ini harus berkelanjutan, bukan hanya kegiatan sekali jalan.
"Terima kasih atas sambutan hangat di Selayar. Kegiatan ini baru awal. Kita akan terus bersama-sama membangun daerah kita. Jaringan kita di sini masih berupa kabel udara tanpa isolasi, melintasi kawasan hijau yang lebat. Potensi gangguannya sangat tinggi," jelas Suheri.
Ia mengingatkan, pohon kering atau dahan yang menyentuh kabel tidak hanya menyebabkan pemadaman, tetapi dapat merusak peralatan jaringan secara serius. Jarak aman yang perlu dijaga adalah tiga meter dari ujung kabel terhadap bangunan maupun pepohonan. Masyarakat diimbau tidak memangkas sendiri tanpa koordinasi dengan PLN demi keselamatan.
Suheri juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang cukup sering terjadi dalam dua bulan terakhir. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga Selayar. Kami berkomitmen terus berupaya meningkatkan pelayanan," ujarnya.
Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti bahwa persoalan kelistrikan bukan tanggung jawab PLN semata, melainkan urusan bersama — pemerintah, aparat, dan masyarakat harus saling mendukung demi lingkungan yang aman dan jaringan yang andal.
Semangat "Bergandeng Tangan, Menyalakan Semangat di Bulan Kemerdekaan" diharapkan terus berlanjut, tidak hanya di bulan kemerdekaan, tetapi menjadi pola kerja bersama yang berkelanjutan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Selayar.
( SW )