
BUALBUAL.com - Kepengurusan baru DPD Partai Golkar Kabupaten Rokan Hulu di bawah kepemimpinan Evi Juliana dihadapkan pada pekerjaan rumah untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kehadiran kader di tengah masyarakat.
Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Rokan Hulu DPD Partai Golkar Provinsi Riau, Yuri Ashari, menyampaikan hal tersebut usai Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Rokan Hulu, Sabtu (26/9/2026).
Yuri yang dipercaya menjadi pimpinan sidang Musda mengucapkan selamat atas terpilihnya Evi Juliana sebagai Ketua DPD Partai Golkar Rokan Hulu periode 2026–2031.
Menurutnya, Musda bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi harus menjadi titik awal untuk menjalankan rekomendasi organisasi dan memperkuat kontribusi Partai Golkar terhadap pembangunan daerah.
“Selamat kepada Ibu Evi Juliana yang mendapatkan amanah memimpin DPD Partai Golkar Rokan Hulu. Musda sudah selesai dengan baik. Setelah ini yang paling penting bagaimana kita segera bekerja, memperkuat organisasi dan memastikan Golkar hadir serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Yuri.
Ia meminta kepengurusan baru segera menindaklanjuti hasil Musda melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Menurutnya, forum tersebut penting untuk menerjemahkan berbagai rekomendasi Musda menjadi program kerja yang konkret dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Yuri menegaskan, penguatan organisasi juga harus dilakukan hingga tingkat paling bawah. Sesuai arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, konsolidasi struktur hingga desa dan kelurahan ditargetkan tuntas pada 2026.
“2026 kita tuntaskan konsolidasi sampai desa dan kelurahan. Kemudian 2027 kita perkuat kaderisasi. Tetapi struktur jangan hanya lengkap secara administratif. Kader Golkar harus aktif di tengah masyarakat, memahami persoalan yang mereka hadapi dan ikut membantu mencarikan jalan keluarnya,” tegasnya.
Ia menilai keberadaan kader di tingkat kecamatan hingga desa memiliki posisi penting dalam menghubungkan masyarakat dengan berbagai program pemerintah.
Salah satunya terkait program ketahanan energi seperti Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Menurut Yuri, kader dapat berperan menyampaikan informasi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat yang belum mendapatkan akses terhadap program tersebut.
“Jangan sampai ada program pemerintah yang sebenarnya sangat bermanfaat, tetapi masyarakat tidak mengetahuinya. Kader Golkar harus menjadi jembatan informasi dan aspirasi,” katanya.
Karena itu, Yuri berharap struktur organisasi yang semakin kuat dapat diikuti dengan aktivitas kader yang lebih nyata di lapangan. Kehadiran kader, kata dia, tidak hanya terlihat ketika agenda politik berlangsung, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan informasi, pendampingan dan penyampaian aspirasi.
Selain konsolidasi organisasi, Yuri juga mendorong momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar di Rokan Hulu diisi dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Golkar harus semakin dekat dengan masyarakat. Konsolidasi dan kaderisasi penting, tetapi pada akhirnya keberadaan partai dan kadernya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Rokan Hulu,” tutup Yuri.