Hangatnya Lebaran di Rumah Sumardany Zirnata, Silaturahmi yang Menguatkan Kebersamaan

Selasa, 24 Maret 2026

BUALBUAL.com - Di tengah suasana Idul Fitri 1447 Hijriah yang penuh makna, kediaman Anggota Komisi I DPRD Riau, HM. Sumardany Zirnata, S.T., M.Sc. , di kawasan Kecamatan Sail, Pekanbaru, menjadi ruang pertemuan hangat antara wakil rakyat dan masyarakat.

Sejak hari pertama Lebaran pada Sabtu (21/3/2026) hingga Selasa (24/3/2026), rumah tersebut tak pernah benar-benar sepi. Warga datang silih berganti, membawa senyum, cerita, dan harapan. Dari pagi hingga malam, pintu rumah selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi.

Di ruang sederhana yang dipenuhi nuansa kekeluargaan, Sumardany menyambut setiap tamu dengan tangan terbuka. Tidak ada sekat, tidak ada jarak. Semua duduk bersama, berbincang ringan, seolah menegaskan bahwa kedekatan adalah hal yang paling berharga di hari kemenangan.

“Lebaran adalah tentang kembali—kembali saling memaafkan, kembali mempererat hubungan, dan kembali menguatkan kebersamaan,” tutur Sumardany dengan penuh kehangatan.

Sembari duduk santai bersama warga, ia tak hanya mendengarkan, tetapi juga berbagi cerita dan pesan yang menyentuh. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan merawat kerukunan di tengah keberagaman Kota Pekanbaru.

Baginya, Lebaran bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum yang menghadirkan energi baru untuk memperkuat solidaritas sosial. Dalam setiap perbincangan, terselip harapan agar kebersamaan ini tidak berhenti setelah hari raya usai.

Di sudut-sudut rumah, tawa anak-anak berpadu dengan obrolan hangat orang dewasa. Hidangan khas Lebaran tersaji, namun yang paling terasa adalah kehangatan yang tidak bisa digantikan oleh apapun—rasa diterima dan dihargai.

Seorang warga yang hadir mengungkapkan kesannya “Di sini terasa seperti keluarga sendiri. Pak Sumardany tidak hanya menerima kami, tapi benar-benar mendengarkan,” ujarnya.

Bagi Sumardany, momen ini juga menjadi kesempatan untuk mendengar langsung suara masyarakat, tanpa formalitas. Aspirasi disampaikan dalam suasana santai, namun penuh makna.

Empat hari Lebaran itu bukan sekadar rangkaian kunjungan, melainkan potret hubungan yang terjalin erat antara pemimpin dan rakyatnya. Di tengah hiruk pikuk perayaan, rumah Sumardany Zirnata menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah daerah terletak pada kebersamaan warganya.