Harimau Belum Dievakuasi, Warga Pulau Burung Bertanya: Sampai Kapan Keselamatan Kami Menunggu?

Senin, 03 Agustus 2026

BUALBUAL.com - Sudah lebih dari sepekan masyarakat Kecamatan Pulau Burung, khususnya di wilayah Sungai Danai dan Api Panjang, hidup dalam kewaspadaan menyusul dugaan keberadaan Harimau Sumatra di sekitar permukiman dan jalur aktivitas warga.

Di tengah berbagai upaya yang dilakukan Balai Besar KSDA Riau bersama instansi terkait, masyarakat terus menantikan perkembangan penanganan di lapangan. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kapan proses evakuasi satwa tersebut dapat dilakukan.

Masyarakat tentu wajar mempertanyakan mengapa proses penanganan membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, perlu dipahami bahwa evakuasi Harimau Sumatra sebagai satwa yang dilindungi tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Seluruh tahapan harus mempertimbangkan keselamatan masyarakat, keselamatan petugas, serta kondisi satwa agar proses berjalan aman dan sesuai prosedur.

Apabila memang terdapat penambahan personel, seperti dokter hewan maupun tenaga teknis lainnya, masyarakat berharap hal tersebut dapat mempercepat proses penanganan. Demikian pula jika terdapat kendala teknis, misalnya perangkap yang digunakan belum memenuhi standar sehingga harus diperbaiki atau diganti, penjelasan secara terbuka sangat diperlukan agar tidak memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Selain proses evakuasi, aspek pengamanan warga juga perlu menjadi perhatian. Jalan Provinsi Sungai Api Panjang merupakan jalur vital yang setiap hari digunakan masyarakat untuk bekerja, beraktivitas, serta menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Pulau Burung.

Karena itu, kehadiran personel TNI dan Polri melalui pos siaga atau sistem pengamanan di titik-titik yang dianggap rawan dapat menjadi bentuk perlindungan nyata sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas, terutama pada jam-jam tertentu ketika potensi kemunculan satwa dinilai lebih tinggi.

Harapan masyarakat bukan untuk menyalahkan pihak mana pun. Sebaliknya, masyarakat menginginkan koordinasi yang semakin baik antara Balai Besar KSDA Riau, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, serta seluruh unsur terkait agar penanganan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan terukur.

Komunikasi yang terbuka mengenai perkembangan di lapangan juga sangat penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas, akurat, dan tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Pada akhirnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama tanpa mengabaikan upaya pelestarian Harimau Sumatra sebagai satwa yang dilindungi negara. Semoga proses penanganan segera membuahkan hasil sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman, sementara Harimau Sumatra dapat dievakuasi dan dikembalikan ke habitat alaminya.

Penulis:
Sona Adiansah, S.Kom.I
Tokoh Pemuda Kecamatan Pulau Burung
Komandan KOKAM BPO Inhil Bagian Utara