HM Sumardany Pulang dari Ziarah dengan Pesan Menohok: Jabatan Adalah Pengabdian, Bukan Kesempatan Memperkaya Diri

Jumat, 10 Juli 2026

BUALBUAL.com - Anggota DPRD Provinsi Riau, HM Sumardany Zirnata, ST, M.Sc, melakukan ziarah ke makam Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno (Bung Karno), di Blitar, serta makam Presiden keempat Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (9/7/2026).

Ziarah tersebut dilakukan usai mengikuti Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Pacitan, yang juga dihadiri Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Bagi HM Sumardany, ziarah bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk penghormatan kepada para pemimpin bangsa yang telah meletakkan fondasi Indonesia. Di kedua makam, ia memanjatkan doa, membaca tahlil, dan menaburkan bunga sebagai ungkapan penghargaan atas jasa besar Bung Karno dan Gus Dur.

Ia mengatakan, momentum tersebut menjadi ruang refleksi di tengah berbagai persoalan kebangsaan yang masih dihadapi Indonesia, termasuk maraknya kasus korupsi yang belakangan kembali menjadi perhatian publik.

"Bangsa ini sedang menghadapi tantangan besar. Ketika berbagai kasus korupsi terus bermunculan dan menjadi perhatian masyarakat, kita perlu kembali mengingat nilai-nilai yang diwariskan para pendiri bangsa. Bung Karno mengajarkan nasionalisme, keberanian, dan pengabdian kepada negara, sedangkan Gus Dur memberikan teladan tentang kejujuran, kemanusiaan, toleransi, serta keberpihakan kepada rakyat. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi pegangan setiap pemimpin," ujar HM Sumardany.

Menurut politisi Partai Demokrat asal Pekanbaru tersebut, korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menggerus kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan. Karena itu, setiap pejabat publik memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

HM Sumardany menilai, perjuangan membangun Indonesia saat ini memang berbeda dengan perjuangan para pendiri bangsa. Jika dahulu mereka berjuang merebut kemerdekaan, kini perjuangan diwujudkan melalui pemerintahan yang bersih, pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan yang merata, serta komitmen memberantas praktik korupsi yang menghambat kemajuan bangsa.

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan harus terus diwariskan kepada generasi muda agar mereka memiliki semangat nasionalisme, menjunjung tinggi kejujuran, serta menjaga persatuan dalam keberagaman.

"Indonesia membutuhkan pemimpin yang berintegritas, bekerja untuk rakyat, dan tidak menyalahgunakan amanah. Keteladanan Bung Karno dan Gus Dur menjadi pengingat bahwa jabatan adalah pengabdian, bukan sarana memperkaya diri," katanya.

Sebagai anggota DPRD Provinsi Riau, HM Sumardany menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, mengawal pembangunan daerah, serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Suasana ziarah berlangsung khidmat. Di tengah keheningan kompleks makam Bung Karno dan Gus Dur, HM Sumardany mengaku memperoleh banyak pelajaran berharga tentang kepemimpinan, pengabdian, dan tanggung jawab moral kepada bangsa.

Ia berharap semangat perjuangan para tokoh bangsa tidak hanya dikenang melalui ziarah, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh penyelenggara negara. Menurutnya, Indonesia akan semakin maju apabila pembangunan berjalan beriringan dengan penguatan karakter, integritas, serta komitmen bersama dalam melawan korupsi dan menjaga persatuan bangsa.