Hotspot Meningkat, Inhu Jadi Wilayah dengan Titik Panas Terbanyak di Riau

Minggu, 06 September 2026

BUALBUAL.com - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau masih perlu diwaspadai. Hingga Minggu (6/9/2026) pagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi 292 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah Riau.

Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 07.00 WIB, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 99 titik. Disusul Indragiri Hilir sebanyak 66 titik dan Bengkalis 44 titik.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Bella R. Adelia, mengatakan hotspot juga terpantau di sejumlah daerah lainnya, yakni Siak 23 titik, Pelalawan 16 titik, Kepulauan Meranti 12 titik, Kota Dumai 12 titik, Rokan Hulu 11 titik, Kuantan Singingi 7 titik, serta Rokan Hilir 2 titik.

“Pemantauan satelit menunjukkan masih adanya konsentrasi hotspot yang cukup signifikan di beberapa wilayah Riau, terutama di kawasan Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir,” ujar Bella.

Di tingkat regional, Pulau Sumatera tercatat memiliki 3.836 hotspot. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni 2.302 titik.

Selanjutnya, Jambi tercatat 394 titik, Bangka Belitung 296 titik, Riau 292 titik, dan Lampung 232 titik.

Sementara itu, kondisi cuaca di Riau pada Minggu didominasi udara kabur hingga berawan. BMKG memperkirakan kondisi tersebut berlangsung sejak pagi hingga dini hari.

Peluang hujan masih relatif kecil. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir pada dini hari.

Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 23–34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 50–95 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.

Meski belum ada peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, tingginya jumlah hotspot menjadi sinyal perlunya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Kondisi cuaca yang cenderung kering juga berpotensi mempercepat meluasnya kebakaran dan penyebaran asap apabila tidak segera ditangani.

Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter, atau masih dalam kategori rendah dan relatif aman bagi aktivitas pelayaran.