Inovasi Pelayanan hingga Ketahanan Pangan Antar Desa Damai Bengkalis ke Lima Besar Nasional

Kamis, 08 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis berhasil menembus lima besar nominasi Calon Juara Desa Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 untuk Regional Sumatera.

Capaian tersebut diraih setelah Desa Damai mengikuti tahapan presentasi dan wawancara yang digelar Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri secara daring, Senin (5/10/2026).

Tahapan penilaian tersebut berlangsung dari Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis. Dalam kesempatan itu, Desa Damai memaparkan sejumlah inovasi, potensi unggulan hingga capaian pembangunan yang telah dilakukan pemerintah desa bersama masyarakat.

Mewakili Bupati Bengkalis Hj Kasmarni, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH turut mengikuti proses penilaian tersebut. Ia didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkalis Ismail serta Camat Bengkalis Rafli Kurniawan.

Dalam pemaparan, Desa Damai menonjolkan sejumlah inovasi pada sektor pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi hingga ketahanan pangan.

Semangat gotong royong masyarakat juga diperkuat melalui program "Jimpitan Cantik" yang menjadi salah satu bentuk swadaya dan kepedulian masyarakat di tingkat lingkungan.

Dalam sesi wawancara, tim penilai nasional menggali lebih jauh mengenai pelaksanaan, tantangan, keberlanjutan serta dampak dari berbagai inovasi yang telah dijalankan Desa Damai.

Dr. Rudiarto Sumarwono menggali tantangan yang dihadapi pemerintah desa sekaligus strategi untuk memastikan berbagai inovasi tersebut dapat terus berjalan.

Kepala Desa Damai Rosmadi mengatakan, desa yang dipimpinnya memiliki luas sekitar 1.600 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 1.758 jiwa.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, Pemerintah Desa Damai menerapkan sejumlah inovasi, di antaranya WhatsApp Center, pelayanan di luar jam kerja serta layanan jemput bola bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Digitalisasi pemerintahan juga dilakukan melalui Sistem Informasi Desa (SISDES) serta Sistem Informasi Pengelolaan Aset Desa (SIPADES).

Di sektor ekonomi, Desa Damai mengandalkan BUMDes Makmur Damai yang saat ini memiliki empat unit usaha, yakni perdagangan, simpan pinjam, transportasi dan penyewaan tenda.

Keberadaan unit-unit usaha tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan BUMDes, tetapi juga memberikan layanan ekonomi yang dibutuhkan masyarakat.

Sebagai desa pesisir, Desa Damai turut mengembangkan inovasi Damai 3P atau Potensi Pesisir Produktif. Program ini mencakup penanaman mangrove, pengelolaan sampah serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Pelaksanaannya melibatkan berbagai kelompok masyarakat. TP-PKK Desa, misalnya, ikut mendorong kegiatan bercocok tanam guna mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.

Sementara Karang Taruna berperan dalam membantu pemasaran hasil kebun melalui media sosial, pengembangan kemasan produk serta memperluas akses pemasaran.

Sementara Mohammad Roudo dari Bappenas menyoroti kolaborasi pemerintah desa, masyarakat, SPPG dan BUMDes, terutama dalam pengendalian inflasi melalui penguatan sektor pangan.

Tim dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) juga mendalami kontribusi sektor pangan terhadap perekonomian desa serta strategi pengembangannya sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Setelah sesi pemaparan dan wawancara, tim penilai kemudian menyaksikan video profil Desa Damai yang menampilkan berbagai potensi, inovasi, aktivitas masyarakat serta capaian pembangunan desa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH mengatakan, masuknya Desa Damai dalam lima besar nominasi menunjukkan bahwa desa-desa di Kabupaten Bengkalis memiliki potensi untuk bersaing di tingkat nasional.

Menurutnya, Desa Damai juga akan diarahkan menjadi salah satu proyek percontohan dalam pembinaan desa di Kabupaten Bengkalis.

"Desa Damai ini menjadi proyek percontohan untuk pembinaan desa-desa di Kabupaten Bengkalis. Kami akan memastikan desa-desa lain dapat mengembangkan praktik yang sesuai dengan kondisi masing-masing," ujarnya.

Ersan menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan terus mempertahankan sekaligus memperkuat inovasi yang telah dikembangkan Desa Damai.

Program-program yang dinilai berhasil nantinya akan didorong untuk direplikasi di desa lain dengan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Bengkalis Ismail menambahkan, penguatan pembangunan desa dilakukan melalui berbagai kebijakan dan dukungan pemerintah daerah.

Dukungan tersebut termasuk bantuan keuangan khusus bagi desa yang menghadapi keterbatasan fiskal, sekaligus pembinaan pada sektor ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak hingga percepatan penanganan stunting.

"Desa merupakan fondasi pembangunan daerah. Karena itu, penguatan kapasitas pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan potensi ekonomi perlu dilakukan secara berkelanjutan," jelasnya.

Setelah mengikuti seluruh tahapan penilaian, Desa Damai kini tinggal menunggu hasil akhir untuk menentukan peringkat pada ajang Desa Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.