
BUALBUAL.com - Kepedulian terhadap keluarga E.S., pria yang ditemukan meninggal dunia di wilayah Pasengrahan, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terus berdatangan.
Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan (IPSS) Kabupaten Inhil bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kecamatan Reteh mendatangi keluarga korban di Pulau Kijang, Kamis (1/10/2026).
Kedatangan mereka bukan untuk mencampuri proses hukum, melainkan menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang tengah menghadapi situasi berat tersebut.
Dalam pertemuan itu, IPSS dan KKSS juga mendengarkan langsung keterangan serta harapan keluarga mengenai penanganan peristiwa yang menimpa E.S.
Sekretaris IPSS Kabupaten Inhil, Sataril Gaffar, mengatakan pihaknya sengaja menemui keluarga agar dapat mengetahui persoalan secara langsung dan tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di masyarakat maupun media sosial.
“Kami datang untuk menyampaikan rasa duka dan memberikan dukungan kepada keluarga korban. Kami juga ingin mendengar langsung dari keluarga terkait apa yang mereka harapkan dalam proses penanganan kasus ini,” ujar Sataril.
Ia menegaskan, IPSS tidak ingin mendahului proses penyelidikan ataupun membuat kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.
Menurut Sataril, seluruh fakta terkait peristiwa tersebut harus diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditelusuri melalui proses penyelidikan yang profesional, transparan, dan berdasarkan bukti.
Hal senada disampaikan perwakilan KKSS Kecamatan Reteh, M. Taufan. Ia menyebut kehadiran mereka merupakan bentuk solidaritas agar keluarga korban tidak merasa menghadapi persoalan tersebut seorang diri.
“Kami ingin memastikan bahwa keluarga korban tidak merasa sendiri menghadapi persoalan ini. Kami hadir untuk mendengarkan, memberikan dukungan dan menyampaikan aspirasi keluarga kepada pihak-pihak terkait,” kata M. Taufan.
M. Taufan juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian E.S. maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Ia menyebut autopsi terhadap jenazah korban dijadwalkan dilakukan pada Jumat (2/10/2026). Langkah tersebut diharapkan dapat membantu proses penyelidikan dalam mengungkap penyebab kematian korban secara lebih jelas.
Keluarga korban berharap seluruh rangkaian fakta dalam peristiwa tersebut dapat ditelusuri secara menyeluruh, termasuk hasil autopsi, keterangan saksi, serta bukti-bukti lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.
“Kami berharap seluruh informasi dan hasil autopsi yang dilakukan, keterangan saksi, serta bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dapat ditelusuri secara menyeluruh,” ujarnya.
KKSS dan IPSS juga mengajak masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif serta memberikan ruang kepada aparat berwenang dalam menjalankan proses penyelidikan.
“Kami tidak ingin membuat kesimpulan sendiri. Kami hanya ingin kebenaran terungkap berdasarkan fakta dan proses hukum. Apa pun hasil penyelidikan nantinya, yang terpenting keluarga mendapatkan kepastian dan kejelasan,” tegas Sataril.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua KKSS Kecamatan Reteh H. Mansur, Sekretaris KKSS Kecamatan Reteh H. Yunus HU, M. Taufan, serta sejumlah pengurus KKSS Kecamatan Reteh.
Pertemuan tersebut menjadi bentuk solidaritas keluarga besar masyarakat Sulawesi Selatan di Kabupaten Indragiri Hilir kepada keluarga E.S., sekaligus pesan agar proses pengungkapan peristiwa tersebut berjalan sesuai fakta dan ketentuan hukum.