
BUALBUAL.com - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Indragiri Hilir mencatatkan adanya tren peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu oleh dampak cuaca serta kabut asap.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara di Tembilahan Hilir, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 8 Oktober 2026 pukul 19:00 WIB tercatat berada di angka 282 dengan parameter PM2.5, yang menempatkan status udara pada kategori "Sangat Tidak Sehat".
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKP2KB Kabupaten Indragiri Hilir, Salma Riantity, S.K.M., M.K.M., mengungkapkan bahwa akumulasi data laporan dari berbagai puskesmas menunjukkan angka yang signifikan. Sepanjang bulan September lalu, total kasus ISPA tercatat mencapai 3.763 kasus.
Sementara itu, memasuki bulan Oktober ini, jumlah kasus hingga tanggal 8 telah mencapai 332 kasus, dengan penambahan harian yang terus dipantau secara ketat.
"Untuk hari ini sudah ada 90 inputan laporan dari beberapa puskesmas. Mengingat bulan Oktober masih berada di awal bulan dan laporan terus masuk, bisa jadi di akhir bulan nanti akan ada peningkatan signifikan dari jumlah yang terinput saat ini," ujar Salma Riantity saat memberikan keterangan resmi.
Lebih lanjut, Salma Riantity menjelaskan bahwa ISPA merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan dapat mengakibatkan gejala sesak napas, terutama bagi individu yang memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbid). Tingkat kualitas udara yang sangat tidak sehat ini terbukti dapat meningkatkan risiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Sebagai langkah mitigasi, DKP2KB Kabupaten Indragiri Hilir telah meneruskan instruksi siaga ke seluruh puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) untuk mengoptimalkan pelayanan serta aktif memberikan imbauan kesehatan.
Langkah konkret lainnya adalah mendistribusikan logistik masker ke puskesmas-puskesmas agar dapat segera disalurkan kepada masyarakat.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan yang memiliki riwayat penyakit seperti asma atau jantung, untuk membatasi aktivitas di luar rumah karena kondisi cuaca saat ini kurang sehat," tegas Salma Riantity.
DKP2KB Inhil juga mengingatkan masyarakat agar menerapkan langkah-langkah pencegahan preventif, antara lain:
* Membatasi aktivitas di luar rumah mengingat kualitas udara berada pada level sangat tidak sehat.
* Wajib mengenakan masker dengan standar yang baik saat terpaksa harus keluar rumah.
* Meningkatkan konsumsi vitamin serta memperbanyak minum air putih.
* Menjaga kebugaran tubuh dengan tetap berolahraga secara teratur di dalam ruangan.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila merasakan gejala gangguan pernapasan guna mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat.**