Istana Siak Diselamatkan! APBN Kucurkan Rp5,5 Miliar, Tapi Masih Kurang Rp9 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026

BUALBUAL.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak berhasil mengamankan anggaran sebesar Rp5,5 miliar dari APBN 2026 untuk revitalisasi Istana Siak dan Balairung Sri. Meski demikian, pemerintah daerah masih membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp9 miliar agar proses pemugaran tiga bangunan cagar budaya tersebut dapat diselesaikan secara menyeluruh.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengatakan alokasi dana dari pemerintah pusat menjadi langkah awal yang penting dalam upaya melestarikan aset sejarah sekaligus ikon kebanggaan Kabupaten Siak.

"Alhamdulillah, tahun ini kami mendapat alokasi APBN sebesar Rp5,5 miliar untuk revitalisasi Istana Siak dan Balairung Sri. Kami berharap proses pengerjaan dapat dimulai tahun ini dan berjalan lancar," ujar Afni saat menerima kunjungan kerja Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, beserta rombongan di Siak, Rabu (22/7/2026).

Afni menjelaskan, anggaran yang telah disetujui masih difokuskan pada penanganan kerusakan prioritas. Dana tersebut akan digunakan untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED), jasa pengawasan, serta manajemen pelaksanaan pekerjaan. Karena itu, revitalisasi belum mencakup seluruh kebutuhan bangunan bersejarah tersebut.

Selain revitalisasi Istana Siak dan Balairung Sri, Pemkab Siak juga mengusulkan pemugaran Tangsi Belanda yang hingga kini belum memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Melalui surat resmi kepada Menteri Kebudayaan, Pemkab Siak mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp9 miliar agar dapat dialokasikan dalam APBN 2027.

Usulan tersebut terdiri dari:

  • Rp4 miliar untuk penyempurnaan revitalisasi Istana Siak.
  • Rp2,5 miliar untuk revitalisasi Balairung Sri.
  • Rp2,5 miliar untuk pemugaran Tangsi Belanda.

Dengan demikian, total kebutuhan anggaran revitalisasi tiga bangunan cagar budaya tersebut mencapai Rp14,5 miliar.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Kabupaten Siak. Menurutnya, warisan budaya tersebut layak menjadi perhatian pemerintah pusat.

"Kami melihat langsung kondisi bangunan cagar budaya di Siak. Komisi X akan mengawal usulan ini agar revitalisasi dapat menjadi salah satu prioritas Kementerian Kebudayaan," kata Hetifah.

Dalam kunjungan kerja tersebut, rombongan Komisi X DPR RI juga meninjau hasil revitalisasi SD Negeri 001 Kampung Benteng Hulu di Kecamatan Mempura. Selain itu, mereka mengunjungi sejumlah situs sejarah dan religi, di antaranya Masjid Sahabuddin, Kompleks Makam Sultan Syarif Kasim II, sebelum menutup rangkaian agenda di Istana Siak.