
BUALBUAL.com - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Indragiri Hilir (Inhil) memasang spanduk larangan balap liar di sepanjang Jalan Parit 19 dan Parit 21, Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Selasa (18/8/2026).
Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas Polres Inhil AKP Ricki Marzuki mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap aksi balap liar yang kerap melibatkan kalangan remaja.
Menurut Ricki, balap liar tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga membahayakan keselamatan pelaku dan pengguna jalan lainnya.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan, terutama para remaja, agar tidak melakukan balap liar di sekitar Parit 19 dan Parit 21. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, aksi tersebut dapat membahayakan pelaku maupun pengguna jalan lainnya,” kata Ricki.
Spanduk berisi imbauan keselamatan dan larangan balap liar dipasang di sejumlah titik yang mudah terlihat. Pemasangan spanduk tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah ruas jalan digunakan sebagai arena balapan.
Ricki juga meminta para orang tua berperan aktif mengawasi anak-anak mereka, terutama yang menggunakan kendaraan roda dua.
“Orang tua harus benar-benar mengawasi anak-anak yang menggunakan sepeda motor. Jangan sampai kendaraan tersebut digunakan untuk kegiatan yang melanggar aturan dan membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Satlantas Polres Inhil juga akan meningkatkan patroli dan kegiatan pencegahan di kawasan tersebut. Polisi siap mengambil tindakan tegas apabila masih menemukan aksi balap liar.
“Kami akan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku balap liar, mulai dari penilangan hingga penahanan kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Selain tidak terlibat dalam balap liar, masyarakat diminta selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan menggunakan helm berstandar nasional Indonesia (SNI). Hal itu penting untuk mengurangi risiko fatal apabila terjadi kecelakaan.
“Kecelakaan lalu lintas sering kali diawali dengan pelanggaran. Utamakan keselamatan daripada kecepatan karena keluarga menunggu kita di rumah,” tutup Ricki.