
TEMBILAHAN, BUALBUAL.com – Untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pangan tetap terkendali, Perum BULOG Kantor Cabang Tembilahan bersama Satgas Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memperketat pengawasan terhadap mitra Rumah Pangan Kita (RPK).
Pengawasan tersebut dilakukan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dengan turun langsung ke sejumlah mitra RPK guna memastikan distribusi bahan pangan pemerintah berjalan sesuai aturan.
Pemimpin Perum BULOG Cabang Tembilahan, M. Indra Firmansyah, bersama tim melakukan pemantauan terhadap sejumlah mitra, di antaranya H. Tabrani, Jauhari, H. Kamarudin, dan Nurjanah.
Dalam kegiatan tersebut, pengawasan difokuskan pada penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 2 ton serta minyak goreng Minyakita sebanyak 50 dus per minggu.
Ada beberapa hal yang menjadi perhatian petugas, mulai dari kesesuaian harga jual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), ketersediaan stok, kelancaran distribusi hingga kualitas produk yang dipasarkan kepada masyarakat.
Selain itu, tim juga mengantisipasi kemungkinan penyimpangan dalam penyaluran bahan pangan, termasuk dugaan pengoplosan beras, perubahan kemasan, serta praktik penjualan yang tidak sesuai ketentuan pemerintah.
M. Indra Firmansyah menegaskan, pengawasan terhadap mitra RPK merupakan agenda rutin BULOG untuk memastikan program pangan pemerintah berjalan sebagaimana mestinya.
“Pemantauan mandiri oleh BULOG maupun bersama-sama dengan Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan merupakan kegiatan rutin dalam penyaluran beras SPHP dan Minyakita kepada masyarakat. Kami memastikan semuanya berjalan sesuai harga HET dan peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Satgas Pangan, Rendi, mengingatkan pentingnya pemasangan identitas atau spanduk RPK serta daftar harga sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, informasi harga yang mudah dilihat konsumen dapat membantu masyarakat mengetahui harga resmi sekaligus ikut mengawasi praktik penjualan di tingkat pengecer.
Senada dengan itu, perwakilan Disperindag Inhil, Zain, menyebut pengawasan bersama perlu terus dilakukan agar kestabilan harga dan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga.
“Kita berharap kestabilan harga dan stok tetap terjaga. Walaupun stok yang tersedia saat ini masih relatif kecil, mudah-mudahan ke depannya jumlah pasokan dapat bertambah,” ungkapnya.
Sinergi BULOG, Satgas Pangan, dan Disperindag tersebut diharapkan mampu mencegah penyimpangan distribusi sekaligus memastikan bahan pangan program pemerintah dapat diakses masyarakat dengan harga sesuai ketentuan.
Melalui pengawasan secara berkala, seluruh mitra RPK diharapkan semakin disiplin dalam menjalankan aturan, sehingga program beras SPHP dan Minyakita benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir.