Jangan Sampai Warga Terus Dirujuk! RS Tengku Sulung di Inhil Kekurangan Dokter Spesialis

Sabtu, 31 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih menghadapi sejumlah tantangan. Rumah Sakit Tengku Sulung di Pulau Kijang membutuhkan penguatan sarana dan prasarana serta tambahan tenaga dokter spesialis untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Rumah sakit yang menjadi salah satu fasilitas kesehatan bagi masyarakat Pulau Kijang dan wilayah sekitarnya tersebut masih memiliki keterbatasan sejumlah fasilitas penunjang medis. Di antaranya laboratorium, peralatan rontgen, ruang rawat inap, hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Selain fasilitas, ketersediaan dokter spesialis juga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Saat ini, RS Tengku Sulung baru memiliki dokter spesialis bedah, anestesi, dan kebidanan. Sementara dokter spesialis anak dan penyakit dalam belum tersedia.

Direktur RS Tengku Sulung, dr. Rahmat Susanto, saat dikonfirmasi pada Sabtu (31/10/2026), mengatakan pihaknya telah berupaya memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis sejak dirinya menjabat sebagai direktur.

Salah satu upaya yang berhasil diwujudkan adalah mendatangkan dokter spesialis bedah dari Universitas Riau (UNRI) yang bersedia bertugas dan mengabdi di RS Tengku Sulung.

Namun, upaya mendatangkan dokter spesialis anak dan penyakit dalam hingga kini belum membuahkan hasil. Pihak rumah sakit bahkan telah melakukan pencarian secara mandiri melalui sejumlah universitas, tetapi belum menemukan dokter yang bersedia bertugas di Pulau Kijang.

Menurutnya, kondisi geografis, jarak tempuh yang relatif jauh, serta akses jalan menuju Pulau Kijang diduga menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi minat dokter spesialis untuk mengabdi di wilayah tersebut.

Meski demikian, pelayanan dasar tetap didukung oleh tenaga kesehatan yang tersedia, seperti dokter umum, apoteker, petugas laboratorium, dan tenaga farmasi.

Butuh Dukungan Pemerintah Daerah

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan RS Tengku Sulung membutuhkan perhatian dan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah dan instansi terkait.

Pemenuhan dokter spesialis anak dan penyakit dalam menjadi kebutuhan penting agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit lain.

Namun, penambahan tenaga medis juga harus dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan peralatan penunjang. Ketersediaan sumber daya manusia kesehatan perlu berjalan seiring dengan kesiapan infrastruktur rumah sakit.

Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap kebutuhan pengembangan RS Tengku Sulung, mulai dari pembangunan dan perbaikan fasilitas, kelengkapan peralatan medis, hingga pemenuhan tenaga kesehatan.

Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah menjajaki kerja sama dengan universitas, rumah sakit pendidikan, maupun program penugasan dokter spesialis untuk mengatasi keterbatasan tenaga medis di wilayah dengan akses geografis yang relatif sulit.

Keberadaan RS Tengku Sulung memiliki peran penting dalam memberikan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat pesisir. Karena itu, penguatan rumah sakit tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat mendapatkan pelayanan medis yang lebih layak dan optimal.

Pada akhirnya, pemerataan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan menghadirkan bangunan rumah sakit. Ketersediaan tenaga medis, kelengkapan peralatan, infrastruktur, serta dukungan kebijakan dan anggaran menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.