Jarak Pandang di Perairan Rohil Hanya 100 Meter, Nelayan Tak Berani ke Tengah Laut

Sabtu, 17 Oktober 2026

BUALBUAL.com - Kabut asap yang menyelimuti wilayah pesisir Kabupaten Rokan Hilir semakin mengkhawatirkan. Di perairan Bagansiapiapi dan sekitarnya, jarak pandang dilaporkan hanya berkisar 100 meter, sehingga memaksa banyak nelayan membatasi aktivitas melaut demi menjaga keselamatan.

Kondisi kabut asap yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir membuat para nelayan enggan berlayar hingga ke tengah laut. Mereka memilih mencari ikan di sekitar perairan dekat pantai karena khawatir terhadap risiko kecelakaan akibat minimnya jarak pandang.

Salah seorang nelayan, Muhammad Najib, mengatakan kabut asap memberikan dampak besar terhadap aktivitas mereka.

"Sangat berdampak sekali, aktivitas kami tidak bisa seperti biasanya," ujarnya, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Najib, keselamatan menjadi prioritas utama sehingga para nelayan tidak berani memaksakan diri berlayar jauh seperti pada kondisi normal.

"Kami lebih mengutamakan keselamatan. Karena itu hasil tangkapan juga tidak seperti biasanya," katanya.

Ia menambahkan, meski masih tetap melaut, para nelayan kini hanya beroperasi di sekitar pinggir pantai.

"Kami tetap melaut, tapi hanya di pinggir-pinggir saja karena jarak pandang terbatas. Takut kalau terlalu jauh," tuturnya.

Perubahan pola melaut tersebut berdampak langsung pada hasil tangkapan. Jika biasanya nelayan mampu membawa pulang puluhan kilogram ikan dalam sehari, kini hasil yang diperoleh hanya beberapa kilogram.

Akibatnya, para nelayan harus mencari cara agar tetap dapat memenuhi kebutuhan keluarga di tengah menurunnya pendapatan.

Najib berharap kabut asap segera berakhir sehingga aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan dapat kembali berlangsung normal. Ia juga berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap kondisi yang dialami masyarakat pesisir yang terdampak penurunan hasil tangkapan akibat kabut asap.