Kapolres dan Dandim Inhu Pimpin Pemadaman Karhutla di Batang Cenaku

Rabu, 09 September 2026

BUALBUA.COM INHU- Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Dandim 0302 Indragiri Hulu Letkol Arh. Bangun Bara K. Prabowo, S.E., M.IP., turun langsung memimpin operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu.

Keduanya bahkan menetap dan melaksanakan ibadah di lokasi kebakaran hingga kondisi api dapat dikendalikan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memaksimalkan penanganan karhutla yang terpantau melalui Dasbor Aplikasi Lancang Kuning.

Keterangan tersebut disampaikan Kapolres Indragiri Hulu melalui Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran, S.H., Rabu (9/9/2026).

Menurut Misran, titik panas atau hotspot di wilayah tersebut pertama kali terdeteksi pada Minggu (6/9/2026). Terdapat tiga titik koordinat yang terpantau, yakni -0,8819; 102,0648, -0,87818; 102,06522, dan -0,8775; 102,06091.

Penanganan secara menyeluruh kemudian dilakukan pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

"Sebelumnya, Kapolres juga sudah bermalam di lokasi karhutla Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida," kata Misran.

Operasi pemadaman melibatkan personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pemangku kepentingan terkait.

Dari jajaran Polres Inhu, personel yang terlibat terdiri atas Kapolres Inhu, Kasat Reskrim IPTU Adlin, S.H., M.H., Kapolsek Batang Cenaku IPTU Hendra Sebayang, A.Md., S.S., Danki Brimob Yon C Inhu IPTU N. Panjaitan, 10 personel Polres Inhu, 21 personel Sat Brimob Yon C, enam personel Polsek Batang Cenaku, dan tujuh personel Polsek Batang Gansal.

Sementara itu, unsur TNI mengerahkan tujuh personel, Manggala Agni Kabupaten Inhu empat personel, serta MPA sebanyak sembilan orang.

Untuk mendukung operasi, tim mengerahkan satu unit kendaraan roda enam, enam unit kendaraan roda empat, 20 unit kendaraan roda dua, dua unit mesin Robin, dua unit kepala solo, serta satu unit helikopter water bombing.

Lahan yang terbakar merupakan perkebunan kelapa sawit milik Lidik dengan luas mencapai sekitar 20 hektare. Hingga saat ini, sekitar dua hektare lahan telah berhasil dipadamkan.

Jenis kebakaran berupa kebakaran permukaan pada vegetasi di lahan sawit dengan kondisi tanah mineral.

Tim gabungan masih menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman. Jarak tempuh dari Polsek menuju lokasi mencapai sekitar dua jam perjalanan. Selain jauh dari desa induk, lokasi kebakaran juga tidak memiliki jaringan telepon seluler. Sumber air pun tidak tersedia di sekitar lokasi dan berada cukup jauh.

"Meskipun dihadapkan berbagai kendala, tim terus berupaya maksimal memadamkan api. Di lokasi masih terlihat asap, sehingga proses pendinginan dan pengawasan terus dilakukan agar api tidak berkobar kembali," ujar Eka melalui Kasi Humas.

Kehadiran langsung pimpinan Polri dan TNI di lokasi diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus memastikan operasi pemadaman berlangsung secara terkoordinasi untuk mencegah meluasnya kebakaran.