
BUALBUAL.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Asbul Salam, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, berhasil lolos ke babak final NEIRA Competition 3, kompetisi esai tingkat nasional yang akan digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan UGM tersebut menjadi wadah bagi Asbul Salam untuk menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan di daerah asalnya.
Dalam kompetisi itu, ia mengusung karya inovatif berjudul "COCOBARRIER: Inovasi Benteng Penahan Abrasi Berbasis Limbah Sabut Kelapa sebagai Solusi Berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hilir Menuju Indonesia Emas 2045."
Terinspirasi dari kondisi pesisir Indragiri Hilir yang terus terancam abrasi, Asbul Salam merancang COCOBARRIER sebagai benteng penahan abrasi berbahan dasar limbah sabut kelapa. Inovasi tersebut memanfaatkan potensi besar sabut kelapa yang melimpah di Inhil, sehingga menghasilkan solusi yang ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah diterapkan.
Setelah melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat oleh dewan juri, gagasan tersebut berhasil mengantarkan Asbul Salam ke babak final bersama para finalis terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Babak final NEIRA Competition 3 akan berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 di Yogyakarta.
Asbul Salam berharap inovasi yang lahir dari kepeduliannya terhadap kampung halaman ini tidak berhenti sebagai karya ilmiah semata, tetapi dapat menjadi referensi sekaligus memperoleh dukungan dari pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat untuk diterapkan dalam upaya mengurangi abrasi di wilayah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir.
"Semoga inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi salah satu solusi dalam menjaga kawasan pesisir Inhil secara berkelanjutan," harapnya.