Ketegasan Beradab, Teguran Berhikmah Jalan LAMR Menjaga Martabat Melayu

Kamis, 04 Desember 2025

Datuk Indra Maulana

BUALBUAL.com - Pengukuhan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hilir baru-baru ini kembali mengingatkan kita betapa tinggi dan mulianya kedudukan adat dalam kehidupan orang Melayu. Prosesi yang berjalan tertib dan sarat makna bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan bahwa adat adalah tiang seri yang tak boleh runtuh walau zaman terus berubah.

LAMR bukanlah wadah biasa. Ia didahulukan selangkah, ditinggikan seranting, memikul amanah sebagai penjaga warisan leluhur, pengayom tatanan adat, sekaligus penuntun masyarakat agar tetap berada di jalan yang bersendi syarak serta bertunjang pada kebijaksanaan orang tua-tua.

Namun di balik kemuliaan itu, tersimpan tanggung jawab yang tidak ringan. Di sinilah kita perlu bertanya kembali: sudahkah lembaga ini benar-benar menjalankan marwah sebagaimana amanah adat?

Gelar adalah Amanah, Bukan Kebesaran Diri

Para Datok Seri, Datok, dan Datin yang dianugerahi gelar adat sejatinya memikul amanah besar. Dalam adat Melayu, gelar bukan sekadar penghormatan, melainkan penegasan bahwa pemangkunya harus menjadi contoh dalam tutur, tingkah, dan akhlak.

Orang bergelar tidak boleh semaunya berkata, tidak boleh sesukanya bertindak.

Setiap perbuatan mereka adalah cerminan marwah LAMR. Karena itu, adat selalu mengingatkan: berhati-hatilah dalam langkah, haluskanlah bicara, timbanglah keputusan. Jangan sampai kekhilafan kecil mencederai lembaga yang kita junjung tinggi.

Adat Mesti Berdiri di Tengah Zaman, Bukan Tertinggal oleh Zaman

Di era media sosial yang sering melunturkan sopan santun dan merendahkan nilai kemanusiaan, LAMR dituntut menjadi benteng moral yang menegakkan adab tanpa meninggalkan kebijaksanaan.

Adat yang kuat bukanlah adat yang kaku, tetapi adat yang mampu menuntun masyarakat menghadapi perubahan tanpa kehilangan jati diri.

LAMR tidak boleh hanya hadir pada acara adat, tetapi harus tampil ketika masyarakat memerlukan panduan, penyelesaian masalah, atau sekadar nasihat penyejuk di tengah derasnya arus zaman.

Ketegasan dalam Adab, Kelembutan dalam Tegur

Orang Melayu dididik menegur dengan adab, memperingatkan dengan hikmah, dan menuntun dengan kebijaksanaan. Bila ada kekhilafan dalam tubuh LAMR—baik dalam sikap, ucapan, maupun tindakan—teguran wajib disampaikan, namun tetap dalam bingkai hormat dan persaudaraan.

Marwah lembaga adat bukan hanya dijaga oleh ketuanya, tetapi oleh setiap orang yang bernaung di dalamnya

Menjaga Nama Baik Adat adalah Tugas Bersama

LAMR Inhil memikul amanah besar sebagai payung negeri, penjaga adat resam, serta pemelihara seni dan budaya Melayu yang luhur. Amanah ini hanya dapat ditunaikan apabila setiap pemangku adat menempatkan diri sesuai martabat gelar dan tetap rendah hati dalam menjalankan tugas.

Semoga para Datok Seri, Datok, dan Datin senantiasa diberi kebijaksanaan serta kelapangan hati untuk menjaga marwah adat, memperkuat persaudaraan, dan memandu masyarakat dengan adab yang tinggi.

Sebab adat Melayu mengajarkan bahwa kemuliaan tidak terletak pada gelar, tetapi pada budi.

Penulis: Datuk Indra Maulana