Ketua DPRD Inhil Tegaskan Ini Uang Rakyat Tidak Ada Cawe-cawe dalam Wacana Pinjaman Daerah Rp200 Miliar

Selasa, 02 Desember 2025

BUALBUAL.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir, Iwan Taruna, angkat suara menepis berbagai spekulasi yang berkembang terkait rencana pinjaman daerah sebesar Rp200 miliar yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Inhil. Dengan nada tegas dan lugas, ini persoalan uang rakyat. ia memastikan bahwa tidak ada praktik cawe-cawe maupun kesepakatan tersembunyi antara DPRD dengan pihak eksekutif.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (2/12/2025), Iwan Taruna menjelaskan bahwa wacana pinjaman tersebut masih dalam tahap pembahasan resmi bersama dokumen KUA-PPAS APBD 2026, dan sama sekali belum sampai pada tahap persetujuan.

"Wacana pinjaman Rp200 miliar itu baru masuk dalam pembahasan DPRD Inhil. Belum ada keputusan apakah akan disetujui atau tidak. Semua berjalan sesuai mekanisme yang terbuka,” tegasnya.

Tidak Ada Komunikasi Awal, Tidak Ada Kongkalikong

Iwan Tarunaatau akrab disapa IT menyatakan bahwa rencana pinjaman tersebut baru diketahui DPRD pada saat penyampaian KUA-PPAS oleh Pemkab Inhil. Ia sekaligus membantah isu liar yang menuding adanya komunikasi tertutup ataupun permainan politik antara legislatif dan eksekutif.

"Saya tegaskan, tidak ada komunikasi awal dengan Pemda mengenai rencana pinjaman Rp200 miliar. Apalagi kongkalikong. DPRD bekerja secara independen dan profesional,” ujarnya di hadapan sejumlah wartawan.

IT yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Inhil menegaskan bahwa setiap rupiah yang hendak dipinjam oleh pemerintah harus melewati kajian yang matang, termasuk urgensi pembangunan, kemampuan fiskal daerah, serta dampaknya bagi masyarakat.

Deretan Proyek yang Diusulkan Dalam Skema Pinjaman

Meski masih sebatas wacana, Pemkab Inhil telah mengajukan beberapa item pembangunan strategis yang dinilai penting bagi akselerasi pembangunan daerah.

Berikut daftar lengkapnya:

Pembangunan Islamic Center — pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan Islam.

Rehabilitasi Pasar Terapung Tembilahan — revitalisasi ikon ekonomi dan wisata daerah.

Pembangunan Kantor Camat di empat kecamatan: Tanah Merah, Reteh, Kateman, dan Kuindra.

Rehabilitasi Kantor Bupati Inhil — perbaikan gedung pemerintahan yang sudah tidak layak.

Peningkatan Jalan Menuju Batalion Pangan — mendukung akses logistik dan ketahanan pangan.

Pembangunan Parit 21 — proyek pengendalian banjir dan tata kelola kawasan.

Rekonstruksi Jalan Kotabaru – Sanglar — penguatan konektivitas wilayah.

Peningkatan Jalan Simpang Luar – Simpang Tiga Rambaian.

Swakelola Pembangunan Jalan di sejumlah titik prioritas.

Pengadaan Meubeler Sekolah — menunjang kenyamanan belajar siswa.

Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Pendidikan bagi peserta didik.

Rekonstruksi Jalan Simpang Beringin.

Pembangunan Jembatan Sungai Junjangan — membuka akses antardesa.

Rekonstruksi Ruas Jalan Suhada II Tembilahan Hulu.

DPRD Tegaskan Proses Akan Transparan

Menutup pernyataannya, Iwan Taruna menegaskan bahwa DPRD Inhil akan menjalankan tugasnya secara objektif. Setiap program yang diajukan pemerintah daerah akan dibahas melalui mekanisme terbuka dan profesional