
BUALBUAL.com - Teror monyet liar yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus memantik keprihatinan berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir (KKIH) Pekanbaru, Hj. Nurlia, yang mengaku sangat terpukul setiap kali menerima kabar dari kampung halamannya.
"Sesak dada setiap kali mendapat telepon dari kampung halaman. Sampai tadi malam sudah 18 orang menjadi korban gigitan monyet. Melihat kiriman foto-foto korban dari sanak saudara di kampung, hati ini benar-benar miris," ungkap Nurlia.
Perempuan yang telah memasuki usia kepala enam itu mengaku baru kali ini menyaksikan peristiwa monyet menyerang manusia secara brutal.
"Seumur hidup saya, baru kali ini melihat kejadian seperti ini. Dulu kami hidup berdampingan dengan monyet. Paling hanya mencuri makanan, lalu diusir dan lari. Tidak pernah sampai menyerang manusia seperti sekarang," ujarnya.
Menurut Nurlia, peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bahwa keseimbangan antara manusia dan alam harus dijaga.
"Hutan dirusak, habitat mereka terganggu. Sama seperti manusia, tentu akan marah jika tempat tinggalnya dirusak," katanya.
Ia juga mengaku heran melihat pola serangan monyet yang dinilainya tidak lazim. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak berspekulasi berlebihan dan lebih mengambil hikmah dari musibah tersebut.
"Terlepas dari apa pun pandangan orang tentang kejadian ini, satu hal yang bisa kita ambil adalah melakukan muhasabah diri," tuturnya.
Nurlia kemudian mengajak seluruh masyarakat dan para pemimpin di Indragiri Hilir maupun Provinsi Riau untuk memperbanyak istigfar, salat taubat, dan berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT.
"Mari kita semua, bukan hanya para pemimpin di Inhil, bukan hanya masyarakat Inhil, tetapi seluruh pemimpin dan masyarakat Riau, memperbanyak salat taubat. Kita tidak pernah tahu dosa siapa yang membuat binatang marah, alam marah, atau manusia marah. Mari kita tundukkan kepala bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari murka-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin," tutupnya.