
TEMBILAHAN, BUALBUAL.COM – Pembangunan Jalan Sanglar-Kotabaru di Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), masih menghadapi tantangan. Hingga saat ini, progres fisik proyek rekonstruksi jalan senilai Rp12 miliar tersebut baru mencapai 29 persen.
Kondisi itu menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Riau dari Daerah Pemilihan Indragiri Hilir, Andi Darma Taufik. Ia meminta kontraktor pelaksana tidak mengendurkan pekerjaan dan segera mengambil langkah percepatan agar proyek dapat diselesaikan sesuai target.
Andi yang akrab disapa ADT mengaku masih optimistis pembangunan jalan tersebut bisa dituntaskan. Namun, menurutnya, optimisme itu harus dibarengi kesungguhan pihak pelaksana dalam memanfaatkan waktu kontrak yang tersedia.
"Kontraktor harus menggesa pekerjaan dengan sungguh-sungguh. Kita optimistis proyek ini bisa selesai," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah daerah. Menurut ADT, penyelesaian proyek membutuhkan dukungan dan kepercayaan semua pihak, sembari tetap memastikan pekerjaan berjalan sebagaimana mestinya.
"Kita berikan kepercayaan kepada pemerintah daerah untuk menyelesaikan," tambahnya.
Dari informasi yang dihimpun, proyek yang dikerjakan CV Citra Perdana tersebut memiliki masa kontrak 150 hari kalender, terhitung sejak 27 Juli 2026.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUTRPKP) Inhil sebelumnya mengungkapkan bahwa salah satu hambatan pekerjaan berada pada proses pengiriman material dari Kepulauan Riau melalui jalur laut.
Untuk mengejar ketertinggalan, sebanyak 3.000 ton material Best A diinformasikan sedang dalam perjalanan menuju lokasi proyek. Pemerintah menargetkan proses penimbunan jalan dapat diselesaikan dalam waktu 10 hari apabila cuaca dan kondisi lapangan memungkinkan.
Tahapan selanjutnya meliputi pengerasan, pengecoran beton dasar hingga pembangunan perkerasan beton kaku atau rigid pavement.
Dengan progres yang masih berada di angka 29 persen, percepatan pekerjaan menjadi hal penting. Masyarakat kini menantikan realisasi pembangunan tersebut agar akses transportasi di kawasan Sanglar-Kotabaru dapat segera memperoleh peningkatan.